Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.5 ° C

Mengaku Pengusaha, Komplotan Penipu Gasak Puluhan Juta

Joko Pambudi
KAPOLSEK Bandung Wetan Kompol Budi Triyono didampingi Kasubbag Humas Polrestabes Bandung Kompol Santhi Rianawati menunjukkan barang bukti tindakkejahatan komplotan pelaku penipuan yang menguras uang korban hingga puluhan juta, di Mapolsek Bandung Wetan, Selasa, 2 April 2019.*/JOKO PAMBUDI/PR
KAPOLSEK Bandung Wetan Kompol Budi Triyono didampingi Kasubbag Humas Polrestabes Bandung Kompol Santhi Rianawati menunjukkan barang bukti tindakkejahatan komplotan pelaku penipuan yang menguras uang korban hingga puluhan juta, di Mapolsek Bandung Wetan, Selasa, 2 April 2019.*/JOKO PAMBUDI/PR

BANDUNG, (PR).- Unit Reskrim Polsek Bandung Wetan menangkap empat orang pria terkait tindak pidana penipuan. Komplotan ini memainkan sejumlah skenario hingga akhirnya dapat mengakses sekaligus menguras rekening korban.

"Setiap aksinya pelaku menggasak puluhan juta. Korban terakhir mengalami kerugian sekitar Rp 80 juta," ujar Kapolsek Bandung Wetan Kompol Budi Triyono didampingi Kasubbag Humas Polrestabes Bandung Kompol Santhi Rianawati, di Mapolsek Bandung Wetan, Selasa, 2 April 2019.

Keempat tersangka yang dimaksud masing-masing berinisial DM, MS, AR, serta AD. Sementara korban terakhir yang melaporkan aksi mereka adalah seorang pengusaha, Yudha Satria (40).

Penipuan ini diawali saat korban tengah duduk-duduk di halaman sebuah hotel di Jalan RE Martadinata (Riau) Kota Bandung, akhir Maret silam. Ketika itu, dia didekati dan diajak berkenalan oleh seseorang, yaitu DM, yang mengaku sebagai seorang pengusaha dari Kalimantan. Mereka sempat terlibat perbincangan seputar dunia usaha.

Tak lama kemudian datang pelaku lain, MS, yang menanyakan lokasi penjualan alat elektronik di Kota Bandung. Dia berdalih akan menjual ponsel dalam jumlah besar. Dalam kesempatan itu, kedua pelaku seolah tidak saling kenal.

Di hadapan korban, DM mengaku akan mengantar MS ke tempat yang dimaksud. Korban pun diajak untuk ikut, dengan iming-iming akan mendapat komisi 15 persen dari transaksi tersebut. Korban akhirnya masuk ke dalam mobil DM, bersama dengan tiga tersangka lain. Dengan segala tipu daya, saat berada dalam mobil korban mau meminjamkan kartu ATM beserta dengan nomor PIN. Korban tidak curiga karena kartu itu kemudian dikembalikan.

Seusai pertemuan, korban kembali diantar ke hotel. Namun kemudian dia merasa janggal karena berulangkali mendapat pesan pemberitahuan mengenai transaksi. Setelah dicek, ternyata kartu yang dikembalikan oleh pelaku sudah ditukar. Ketika itu dia menyadari bahwa dirinya menjadi korban penipuan. Uang sekitar Rp 80 juta dikuras pelaku dari rekening tersangka. Dia pun melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Bandung Wetan.

Petugas kemudian menindaklanjuti dengan mengumpulkan sejumlah bahan keterangan. Tanpa menemui kesulitan berarti, keempat pelaku berhasil ditangkap beberapa waktu berselang. Bersamaan dengan penangkapan itu, diamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 95 kartu ATM berbagai bank, 11 ponsel, 1 buku rekening bank, serta 1 kendaraan roda empat.

Budi menuturkan, komplotan ini mengaku sudah empat kali melakukan penipuan dengan modus serupa, yaitu menukar kartu ATM. "Pengakuannya sudah empat kali melakukan penipuan," katanya.

Namun pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk menelusuri keterangan tersebut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHPidana terkait penipuan, dengan ancaman lima tahun penjara.***

Bagikan: