Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 30.2 ° C

Polisi Tangkap Terduga Teroris Asal Baleendah

Puga Hilal Baihaqie
Terorisme/DOK. PR
Terorisme/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Polisi membongkar rencana aksi sekelompok orang yang diduga teroris yang akan melakukan aksi bom bunuh diri di sejumlah tempat di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Kasus tersebut terkuak setelah Detasemen Khusus 88 Antiteror melakukan penangkapan terhadap Wisnu Putra alias Sahid di Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis 28 Maret 2019.

Penangkapan Wisnu Putra merupakan penangkapan ke-11 dari kelompok terduga teroris. Mereka memiliki jaringan tak langsung dengan terduga teroris Husain alias Abu Hamzah asal Sibolga, Sumatra Utara, yang sebelumnya telah ditangkap.Kelompok tersebut masih berafiliasi dengan jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

"Kami masih melakukan pengejaraan terhadap kelompok yang akan melakukan "amaliyah" (aksi teror) di Jabar dan Jatim. Jumlahnya tidak banyak, berkisar enam hingga delapan orang lagi yang masih kami kejar. Meski begitu, mereka terbilang sangat berbahaya karena nekat melakukan tindakan apapun termasuk bom bunuh diri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Jakarta, Senin 1 Maret 2019.

Dedi mengatakan terduga teroris Wisnu Putra alias Sahid telah melakukan pemetaan aksi dengan terlebih dahulu akan melakukan perampokan terhadap kendaraan yang akan mengisi uang di ATM. Kelompok tersebut juga memiliki senjata api saat akan melakukan aksi. Hanya, Mabes Polri tak merinci dari mana asal senjata tersebut.

Setelah merampok uang di kendaraan pengisi ATM, para pelaku kemudian mereka akan membelanjakannya untuk membeli bahan peledak.

Terduga Wisnu Putra alias Sahid dan beberapa rekan-rekannya yang masih buron memiliki keahlian merakit bom.

"Ide untuk merakit bom didalangi salah seorang terduga teroris yang masih buron. Kemungkinan ia masih berada di Jawa Timur. Mereka mengendalikan rencana teror tersebut melalui aplikasi Whatapp," kata Dedi.

Dedi mengatakan, alasan rencana teror dilakukan di sejumlah kota di Jabar dan Jatim adalah karena terduga kelompok JAD tersebut berdomisili di Jabar dan Jatim. Tempat menjadi target sasaran utama adalah anggota polisi dan sejumlah kantor kepolisian.

Aksi Abu Hamzah sempat membuat gegar warga Sibolga. Istrinya rela melakukan aksi bom bunuh diri beserta seorang anak perempuan berusia dua tahun, setelah Densus 88 mengepung rumahnya. Ibu dan anak itu tewas dalam ledakan.

Sejumlah rumah tetangga ikut hancur karena ledakan. Berselang beberapa hari, seorang terduga teroris perempuan berinisial Y alias Khodijah memilih mati bunuh diri dengan meminum pembersih lantai di kamar mandi rumah tahanan Polda Metro Jaya.

Perempuan tersebut merupakan calon istri Abu Hamzah berikutnya. Dari sepak terjang Abu Hamzah, diketahui bahwa ia lebih banyak melibatkan pelaku teror dari kalangan perempuan.***

Bagikan: