Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian berawan, 22.3 ° C

Kecoh Warga, Terduga Teroris Baleendah Pakai Nama dan KTP Palsu

Handri Handriansyah
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

SOREANG, (PR).- Wisnu Putra alias Sahid, terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Kampung Pulo, Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung berdalih sedang mencari tempat usaha pengobatan alternatif saat bertransaksi dengan sang pemilik kontrakan, Ikke Solihah (25).

Kepada Ikke, Wisnu Putra mengaku bernama Sahid dan menguatkan alibinya itu dengan KTP palsu.

Menurut Ikke, Wisnu Putra alias Sahid datang ke kontrakannya pada 21 Maret 2019 lalu sekira pukul 22.00 WIB.

"Dia langsung menemui ayah saya yang tinggal di belakang bangunan kontrakan karena saya tinggal di Kota Bandung," ujarnya saat ditemui, Senin 1 April 2019.

Ikke mengatakan, Wisnu Putra alias Sahid mengaku kepada ayah dia berasal dari Bali. Ia bertujuan tinggal sementara di kontrakan milik Ikke dengan dalih sedang mencari rumah kontrakan lain di wilayah Cimahi untuk sekalian dijadikan tempat usaha.

"Saat datang malam-malam, ia bicara pada ayah saya bahwa ingin mengontrak kamar. Ia lalu menyodorkan fotokopi KTP dan uang Rp 700.000 sesuai tarif kontrakan saya per bulan. Ayah saya tidak curiga karena orangnya terlihat baik dan nyantri," kata Ikke.

Akan tetapi, dua hari kemudian Ikke mengaku dihubungi Ketua RW di lingkungan kontrakan milik dia. Ketua RT lalu meminta fotokopi  KTP Wisnu Putra alias Sahid karena tengah dicari oleh kepolisian.

Karena penasaran 

Berselang dua hari, Ketua RT tersebut kembali menghubungi Ikke untuk menanyakan apakah ada orang bernama Wisnu yang mengontrak di rumah kontrakan milik dia. "Saya heran, karena memang tak ada yang namanya Wisnu terdaftar mengontrak," ujarnya.

Penasaran, Ikke mengirimkan fotokopi  KTP Sahid kepada Ketua RT. Ketua RT tersebut membenarkan bahwa Sahid adalah Wisnu Putra yang tengah dicari polisi.

Kamis 28 Maret 2019, sekira pukul 15.00 WIB, Ikke kembali dihubungi ketua RT bahwa orang yang mengaku bernama Sahid dan menempati kamar nomor 6 sudah ditangkap polisi. Namun ketika itu informasi yang ia terima adalah bahwa Wisnu Putra alias Sahid ditangkap karena terlibat kasus pengedaran narkoba.

"Sekira pukul 18.00, saya datang ke rumah kontrakan dan memeriksa kamar yang sempat dihuni Sahid. Ternyata sudah kosong dan katanya semua barang-barang milik Sahid dibawa aparat kepolisian," kata Ikke.

Ikke mengatakan, dia kecolongan dengan kejadian tersebut. "Satu-satunya kecurigaan adalah orang itu tidak menawar tarif rumah kontrakan padahal selama ini setiap pengontrak selalu menawar terlebih dulu," ucapnya.

Kepala Desa Bojongmalaka Jajang Junaedi mengatakan, dia sudah melakukan pengawasan seperti biasa. "Setelah 21 Maret masuk, 22 Maret kami langsung mengidentifikasi dan meminta KTP yang bersangkutan," ujarnya.

Menurut Jajang, Wisnu Putra alias Sahid tinggal di rumah kontrakan milik Ikke bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil. Bersama Wisnu Putra alias Sahid, istri dan anaknya ikut diamankan tim Densus 88 Antiteror saat penggerebekan pada 28 Maret 2019.***

Bagikan: