Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Berawan, 22.2 ° C

Tahura Djuanda Akan Berlakukan Sistem Pemesanan Online untuk Tingkatkan Pendapatan

Mochammad Iqbal Maulud
INSTALASI kesetimbangan SDGs di Tahura Djuanda sedang diperbaiki pada Sabtu, 30 Maret 2019. Ke depan, pengelola Tahura Djuanda akan memberlakuka e-ticketing untuk meningkatkan PAD dengan penambahan hingga Rp2 miliar per tahun.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR
INSTALASI kesetimbangan SDGs di Tahura Djuanda sedang diperbaiki pada Sabtu, 30 Maret 2019. Ke depan, pengelola Tahura Djuanda akan memberlakuka e-ticketing untuk meningkatkan PAD dengan penambahan hingga Rp2 miliar per tahun.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Taman Hutan Raya Djuanda akan memberlakukan pemesanan tiket dengan sistem digital. Kebijakan pemberlakuan e-ticketing itu diharapkan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari Tahura Djuanda.

Kepala UPTD Tahura Djuanda, Lianda Lubis, saat diwawancarai pada Minggu, 31 Maret 2019, mengatakan, PAD Tahura Djuanda mencapai Rp5-7 miliar per tahun ini. Sistem e-ticketing diharapkan bisa meningkatkan pemasukanhingga 30 persen.

Menurut Lianda, tiket masuk ke Tahura Djuanda nantinya bisa dipesan menggunakan aplikasi khusus. Aplikasi itu akan diuji coba dalam waktu dekat supaya bisa diterapkan.

"Tetapi untuk e-ticketing bisa juga dibeli melalui aplikasi yang sudah ada. Misalnya traveloka, atau bisa juga dengan menggunakan e-money yang bisa dibeli di minimarket-minimarket terdekat," katanya.

INSTALASI kesetimbangan SDGs di Tahura Djuanda sedang diperbaiki pada Sabtu, 30 Maret 2019. Ke depan, pengelola Tahura Djuanda akan memberlakuka e-ticketing untuk meningkatkan PAD dengan penambahan hingga Rp2 miliar per tahun.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR

Mencegah kebocoran, meningkatkan pendapatan

Lianda menuturkan, kebijakan tersebut juga diharapkan mengurangi terjadinya kemungkinan yang membuat pendapatan Tahura Djuanda berkurang. Misalnya, para pengunjung yang masuk ke lokasi Tahura secara ilegal.

"Banyaknya pengunjung pada saat weekend dan libur panjang bisa menyebabkan ‎petugas missed dalam pengawasan. Sehingga, dengan e-ticketing ini bisa mencegah kebocoran tersebut, baik kebocoran karena kelalaian petugas, atau dari pengunjung yang masuk tidak melalui gerbang," katanya.

Lianda pun berharap, pemberlakuan  e-ticketing akan meningkatkan PAD Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Selama 2016 lalu, PAD dari Tahura Djuanda mencapai Rp7 miliar‎, namun pada 2017 dan 2018 angkanya menurun hingga Rp5 miliar. Penurunan ini merata di semua tempat di Bandung Utara," katanya.

Ditambahkannya, UPTD Tahura Djuanda akan melaksanakan pertemuan dengan beberapa stakeholder terkait rencana tersebut. Pembicaraan berkaitan juga dengan jumlah aparatur sipil negara yang mengurus Tahura Djuanda yang luas itu hanya 29 orang. Ketika e-ticketing diberlakukan, kemungkinan pihaknya akan mengajukan tambahan orang.

INSTALASI kesetimbangan SDGs di Tahura Djuanda sedang diperbaiki pada Sabtu, 30 Maret 2019. Ke depan, pengelola Tahura Djuanda akan memberlakuka e-ticketing untuk meningkatkan PAD dengan penambahan hingga Rp2 miliar per tahun.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR

Lianda pun mengatakan, Tahura Djuanda kini sedang memperbaharui instalasi seni kesetimbangan SDGs Tahura Djuanda. Selain itu, gerbang Mashudi yang berada di depan Tahura akan difungsikan sebagai ruang pamer karya seni tiga dimensi. "Instalasi kesetimbangan ini akan diganti dengan karya yang baru dari salah seorang seniman di Indonesia," katanya.

Disinggung mengenai harga tiket di Tahura, Lianda menjawab harga tiket adalah Rp10 ribu, namun ditambah dengan asuransi Rp2 ribu. "Tetapi jika pengunjung ini rombongan maka harga tiket diberi diskon hingga 30 persen,” katanya.***

Bagikan: