Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 18.5 ° C

DPMD Kabupaten Bandung Respons Dugaan Korupsi Dana Desa

Handri Handriansyah
Uang.*/ANTARA
Uang.*/ANTARA

SOREANG, (PR).- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung memastikan tidak ada keterlambatan pencairan Dana Desa Tahap III tahun 2018. Dana Desa sudah siap dicairkan pemerintah desa se-Kabupaten Bandung sejak Oktober 2018.

Kepala DPMD Kabupaten Bandung Tata Irawan mengatakan, pencairan Dana Desa tahap III tahun 2018 bisa dicairkan pada periode Oktober-Desember 2018.

"Kami memang masih memberi waktu pengajuan pencairan paling lambat 15 Desember 2018," ujarnya Rabu 27 Maret 2019.

Tata Irawan mengatakan, DPMD hanya berwenang memberi rekomendasi pencairan ke bagian keuangan Pemkab Bandung. Namun, hal itu baru bisa dilakukan setelah ada pengajuan dari desa yang dilengkapi rekomendasi dari kecamatan.

Setelah pengajuan dan rekomendasi dikeluarkan DPMD, kata Tata Irawan, proses transfer Dana Desa dari Pemkab Bandung ke rekening pemerintah desa tidak memakan waktu lama. Paling lambat empat hari kerja, biasanya Dana Desa sudah ada di rekening pemdes setelah pengajuan.

Meski demikian, Tata Irawan mengakui aturan masa pencairan itu membuat sebagian besar desa lambat menyampaikan pengajuan. Bahkan tak sedikit yang mengajukan pencairan pada Desember 2018.

Tata Irawan menegaskan, pencairan dana desa tahap III sangat mudah. Selain surat pengajuan dan rekomendasi dari kecamatan, laporan penggunakan dana desa tahap sebelumnya yang dipersyaratkan pun sebatas laporan keuangan, bukan laporan pertanggungjawaban seperti pencairan tahap pertama.

Hal itu, diakui Tata Irawan berimbas pada mepetnya waktu pengerjaan sejumlah program yang sudah dicanangkan masing-masing pemdes. Terlebih, untuk pekerjaan fisik yang membutuhkan waktu cukup lama.

Meski demikian, Tata Irawan menegaskan bahwa sedianya pemdes sudah merancang program tersebut dengan teliti. Jangan sampai kegiatan pembangunan fisik dilakukan dengan alokasi anggaran dari Dana Desa tahap III tahun 2018.

"Seharusnya, dalam perencanaan diatur untuk pembangunan fisik dilaksanakan dengan Dana Desa tahap pertama atau kedua sedangkan tahap ketiga bisa untuk membiayai kegiatan yang pelaksanaannya singkat," tutur Tata Irawan.

Pelaksanaan kegiatan yang mepet

Pencairan Dana Desa tahap III tahun 2018 dan pelaksanaan kegiatan yang terlalu mepet menjelang akhir tahun anggaran akan berimbas kepada repotnya pemdes dalam menyusun laporan pertanggungjawaban.

Tanpa laporan tersebut, pencairan dana desa tahap I tahun berikutnya belum bisa dilakukan.

Tata Irawan mencontohkan, tahun ini Dana Desa sudah diluncurkan sejak Januari 2019. "sampai akhir hari ini baru beberapa desa yang sudah menyampaikan pengajuan dan pencairan tahap pertama." ujarnya.

Hal itu terjadi karena sebagian besar desa masih berkutat membuat laporan pertanggungjawaban dana desa tahun 2018. Oleh karena itu, mereka belum bisa menyampaikan pengajuan dana desa tahap I tahun 2019.

Persitiwa di Desa Sugihmukti

Keterlambatan pencairan dana desa tahap III tahun 2018 menjadi alasan belum terealisasinya kegiatan pengadaan ambulans di Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu.

"Kami baru bisa membuat kontrak dengan pihak ketiga pemenang lelang pada 28 Desember 2018 karena Dana Desa tahap ketiga cair pada 25 Desember 2018," ujar Kades Sugihmukti Rini Anggraeni.

Pernyataan itu bertolak belakang dengan berita acara pemantauan dan evaluasi yang dilakukan kantor Kecamatan Pasirjambu ketika Rini Anggraeni mengaku bahwa Dana Desa tahap III tahun 2018 baru cair pada 30 Desember 2018. Hal itu memancing kekesalan warga yang kemudian melaporkan Rini Anggraeni ke Polsek Pasirjambu beberapa waktu lalu.

Hal itu sedianya tak perlu terjadi jika pengajuan pencairan Dana Desa tahap III tahun 2018 dilakukan Pemdes Sugihmukti sejak Oktober 2018.***

Bagikan: