Pikiran Rakyat
USD Jual 14.616,00 Beli 14.316,00 | Cerah berawan, 29 ° C

10 Daerah Sepakat Kerja Sama Kesiapsiagaan Bencana

Novianti Nurulliah
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo .*/ANTARA
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo .*/ANTARA

BANDUNG,(PR).- Sepuluh Gubernur yang tergabung dalam Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) sepakat menyusun dokumen cetak biru edukasi kesiapsiagaan bencana. Kesepuluh gubernur anggota FKD-MPU tersebut yaitu Gubernur Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu mengemuka dalam Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama XIX 2019 dengan tema  "Kerja Sama Daerah dalam Rangka Peningkatan Kesiapsiagaan Daerah Guna Menghadapi Ancaman Bencana", yang digelar di The Trans Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa, 26 Maret 2019 malam, hingga Rabu, 27 Maret 2019.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, edukasi kesiapsigaan dalam bencana ini termasuk pada poin kelima perintah presiden pada tanggal 2 Februari 2019 di Surabaya.

"Kami mencoba untuk merumuskan nanti bersama dengan kemendikbud, bersama beberapa pakar di bidang kebencanaan. Tiap-tiap level pendidikan tentu berbeda pengetahuannya. Mulai SD SMP dan SMA kemudian kita akan formulasikan bahwa program ini nanti akan lebih banyak prakteknya," ujar Doni usai menjadi narasumber di Rakergub, Rabu, 27 Maret 2019.

Menurut dia, dalam cetak biru tersebut 30 persen teori, sisanya 70 persen praktek. Nantinya Pola pelatihan dan pendidikan dibuat sedemikian rupa supaya masyarakat dan anak-anak tidak terbebani. "Jadi sambil bermain, mereka sambil diajarkan," ujar dia.

Selain itu, kaitannya dengan edukasi dalam menghadapi kebencanaan, BNPB seperti biasa memengirimkan sejumlah undangan kepada kementerian dan kepada seluruh gubenur untuk memanfaatkan momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana pada 26 April untuk  berlatih dan simulasi. Tidak perlu mengambil waktu khusus, para pegawai, para masyarakat bisa berlatih dari tempat masing masing.

"Yang mungkin lagi di sekolahan, di kantor , pasar, mungkin juga lagi d jalan misalnya, mengingat kembali apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Kemudian tiap daerah tentu tidak sama bentuk bencananya," ujar dia.

Menurut dia, masing masing punya spesifikasi kebencanaan. Misalnya di bagian selatan pulau Jawa kebanyakan mungkin gempa dan tsunami, termasuk juga di bagian pantai barat pulau Sumatera.  Kemudian di beberapa tempat itu rawan terhadap gunung api.

"Jadi tiap tiap daerah ini diharapkan bisa melakukan simulasi sesuai dengan kebutuhan masing masing," ucap Doni.***

Bagikan: