Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 30.3 ° C

Warga Desa Loa Senang Adu Domba

Tim Pikiran Rakyat
SENI ketangkasan domba Garut jadi daya tarik wisata.*/DOK. PR
SENI ketangkasan domba Garut jadi daya tarik wisata.*/DOK. PR

SOREANG, (PR).- Kawasan Desa Loa Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung menyimpan sejumlah potensi alam yang indah dan menarik untuk dijadikan kawasan pariwisata. Drs. Adang Gumilar, warga Kampung Babakan Desa Loa, sempat melakukan survei potensi pariwisata Desa Loa yang dijadikan sebuah konsep usulan untuk ditindaklanjuti pada pengembangan secara riil kawasan pariwisata. 

Adang bersama Pjs. Kepala Desa Loa Ujang Wardin dan para pemuda setempat turut serta dalam survei potensi pariwisata Desa Loa yang letaknya di atas 700-760 meter di atas permukaan laut. Kondisi wilayah Desa Loa yang seperti itu, jadi sangat menarik sebagai destinasi wisata alternatif.

Letak gegrafis Desa Loa itu sekitar 35 km dari ibu kota Kabupaten Bandung di Soreang dan 40 km dari ibu kota Provinsi Jabar di Kota Bandung. Jumlah penduduk Desa Loa 10.529 jiwa dengan luas areal 1.273 hektare. 

"Potensi unggulan pariwisata yang ada dan bisa dikembangan di Desa Loa itu, mulai dari wisata budaya, wisata pedesaan, wisata alam, wisata agro, dan wisata olah raga," kata Adang Gumilar kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih di Desa Loa, Minggu 24 Minggu 2019. 

Adang berharap hasil survei potensi pariwisata ini dapat memberikan bantuan teknis berupa pendampingan pada pemangku kepentingan dalam melaksanakan penyusunan potensi objek daerah tujuan wisata (ODTW). "Hasil survei objek wisata Desa Loa ini untuk mencari, mengidentifikasi objek wisata yang ada, dan menyusun pengembangan potensi yang dimiliki saat ini. Kami berharap sektor pariwsata bisa menjadi sumber pendapatan desa dan mampu menyejahterakan masyarakat secara berkelanjutan," ungkapnya. 

Dikatakannya, dari hasil survei potensi wisata Desa Loa ini akan terkait dengan berbagai kebijakan yang telah ada. "Rekomendasi dari hasil survei potensi wisata ini akan menjadi pengantar dalam penyusunan RIPPDes Loa," katanya. 

Ia pun mengatakan, potensi wisata tersebut dapat menunjang kegiatan ekonomi masyarakat setempat. "Hal ini sebagai peluang untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan ekonomi wilayah," ujarnya.

Nilai tradisional

Adang juga menilai masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar hutan, memiliki ciri-ciri dan tata nilai tradisional yang unik. Dalam rangka penataan ruang dan pembangunan wilayah corak ragam budaya dan tata nilai ini harus ditempatkan sebagai satu variabel yang penting," ungkapnya. 

Untuk itu, Adang berharap, dengan pengembangan kepariwisataan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan. 

"Tujuan lainnya dapat menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya. Tujuan lainnya memajukan kebudayaan, mengangkat citra bangsa, memupuk rasa cinta tanah air, memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa dan mempererat persahabatan persahabatan antarbangsa," paparnya. 

Adang pun meyakini, jika potensi wisata di desa itu dikembangkan, dapat membangkitkan sektor usaha pariwisata. Di antaranya daya tarik wisata, kawasan pariwisatan jasa transfortasi wisata, jasa perjalanan wisata, jasa makanan dan minuman. 

"Hal lain yang turut terdongkrak adalah penyediaan akomodasi, penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi, jasa informasi pariwisata, jasa konsultan pariwisata, jasa pramuwisata, wisata tirta dan spa. 

Lebih lanjut Adang mengatakan, warga Desa Loa senang menggelar atraksi adu domba dan ketangkasan domba ini rutin setiap tahun dipentaskan. "Bahkan di ketinggian 760 meter di atas permukaan laut, terdapat Curug Eti yang menjadi daya tarik wisatawan," katanya. 

Di kawasan tersebut terdapat wisata mancing, camping ground, olah raga para layang yang bisa dikembangkan. "Desa Loa pun bisa menjadi akses jalan santai, jalur sepeda gunung, dan tempat selfie di kawasan pegunungan yang bisa melihat langsung dataran Kota Majalaya dari jarak sekitar 5-6 km," ucapnya.

Adang pun menjelaskan tentang kriteria daya tarik wisata, parameter yang ditetapkan yaitu daya tarik wisata alam, budaya, sejarah dan daya tarik wisata urban. Kriteria lainnya yang menjadi fasilitas wisata, parameternya yang ditetapkan yaitu akomodasi, rumah makan, toko retail,  toko cenderamata, biro perjalanan, dan pusat informasi wisata. 

"Kriteria prasarana dan utilitas, parameter yang ditetapkan yaitu jalan lingkungan, drainase, air bersih, listrik, telekomunikasi, persampahan, sanitasi dan pemadam kebakaran," pungkasnya.***
 

Bagikan: