Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Langit umumnya cerah, 21.6 ° C

Kades Rini Kembali Gagal Penuhi Janji kepada Warga

Handri Handriansyah
Korupsi.*/DOK. PR
Korupsi.*/DOK. PR

SOREANG, (PR).- Polemik baru atas dugaan penyalahgunaan jabatan oleh Kades Rini semakin meruncing. Setelah diiming-imingi janji bahwa ambulans desa akan datang pada Senin, 25 maret 2019, warga kembali kecewa. Ini karena ambulans tidak juga diserahterimakan ke kantor desa.

Padahal berdasarkan pengakuannya, Kades Rini memastikan jika ambulans sudah dibeli akhir Desember 2018. Ia bahkan menunjukkan kuitansi pembelian ambulans dari sebuah dealer kendaraan.

Warga Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung kembali akan kembali melaporkan kepala desa mereka Rini Anggraeni terkait dugaan kegiatan fiktif pengadaan ambulans. Setelah ke Polsek Pasirjambu beberapa waktu lalu, warga kini berencana melaporkan hal tersebut ke Polda Jabar.

Tokoh masyarakat Desa Sugihmukti, Dasep (52) mengatakan, kekesalan warga kembali memuncak ketika hingga Senin, ambulans yang dijanjikan oleh Rini tak kunjung datang ke desa mereka. "Janji-janji yang selama ini dilontarkan Kades Rini belum juga terbukti sampai saat ini," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rini dilaporkan oleh warga desanya ke Polsek Pasirjambu. Laporan tersebut terkait anggaran sebesar Rp 270 juta untuk pengadaan ambulans dalam Daftar Rencana Kegiatan (DRK) Desa Sugihmukti 2018 yang tak kunjung ada realisasinya.

Dasep menegaskan, warga sempat menanyakan hal itu kepada Rini, namun jawabannya tak pernah memuaskan dan sebatas janji belaka. Hal itu membuat warga kesal dan akhirnya melaporkan Rini ke polisi akibat realisasi yang terbilang lambat dan melewati tahun anggaran tersebut.

"Jawabannya sedang dirakit, namun hingga kini warga sama sekali tidak pernah melihat ambulans tersebut terparkir di kantor desa. Akhirnya warga kesal dan melaporkan ke Polsek Pasirjambu," tutur Dasep.

Menanggapi laporan tersebut, ketika ditemui pekan lalu, Rini sendiri menegaskan bahwa pengadaan ambulans sudah direalisasikan pada akhir Desember 2018. Namun ia mengakui realisasi pembelian ambulans tersebut memang terpaksa dilakukan dalam waktu yang relatif mepet ke akhir tahun anggaran akibat Alokasi Dana Desa (ADD) yang baru cair pada 25 Desember 2018.

Menurut Rini, ia langsung merealisasikan pengadaan ambulans segera setelah ADD cair. Ia melansir pengadaan dilakukan melalui pihak ketiga dengan sistem lelang.

"Kami lakukan lelang untuk pengadaan ambulans. Dari tiga pendaftar akhirnya terpilih satu yang menjadi pemenang. Namun sayang ternyata mereka lambat dalam pengadaan ambulans tersebut, tetapi itu bukan kapasitas saya untuk mempercepat," katanya.
 

Kuitansi mencurigakan

Kepada wartawan Pikiran Rakyat Rini sendiri menunjukan kuitansi pembayaran ambulans tersebut dengan kop surat Daihatsu Bandung untuk pembelian unit kendaraan Luxio D M/T yang ditandatangani oleh sales bersama Santi tertanggal 28 Desember 2018. Dalam kuitansi tersebut tercantum harga pembelian Rp 193,35 juta dan tambahan spesifikasi senilai Rp 76,58 juta.

Menanggapi kwitansi tersebut, Dasep mengaku semakin heran. Soalnya dalam kuitansi tersebut nama yang tertera untuk pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) adalah nama Rini Angraeni secara pribadi.

"Kuitansi itu memicu polemik baru. Kenapa harus atas nama pribadi bukan atas nama instansi pemerintah Desa Sugihmukti? Di samping itu, kuitansinya mencurigakan karena tidak ada nomor telefon dan alamat dealernya. Padahal di Bandung banyak dealer Daihatsu dan semua sudah saya cek tidak mengenal format kuitansi seperti yang dimiliki Kades Rini," tutur Dasep.***

Bagikan: