Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Sebagian cerah, 23.2 ° C

Buka Larut Malam dan Sepi, Itulah Minimarket yang Jadi Sasaran Kejahatan

Ririn Nur Febriani
MINIMARKET di Jalan Ciawitali Kota Cimahi dirampok kelompok bersenjata tajam dan senjata api, Senin, 18 Maret 2019, malam. Pelaku membawa lari uang, rokok, dan tiga ponsel milik minimarket.*/RIRIN NUR FEBRIANI/PR
MINIMARKET di Jalan Ciawitali Kota Cimahi dirampok kelompok bersenjata tajam dan senjata api, Senin, 18 Maret 2019, malam. Pelaku membawa lari uang, rokok, dan tiga ponsel milik minimarket.*/RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Minimarket 24 jam dan yang buka hingga larut malam sekarang menjadi sasaran empuk tindak pidana perampokan di wilayah hukum Polres Cimahi. Pengelola minimarket harus meningkatkan pengamanan tempat usaha termasuk menaati aturan operasional.

Data dari Satreskrim Polres Cimahi, pada tahun 2018 terjadi 5 kasus pembobolan maupun pencurian minimarket dengan kerugian mencapai ratusan juta. Di tahun 2019, hingga bulan Maret tercatat satu kasus perampokan minimarket di Jalan Ciawitali dengan kerugian mencapai Rp 65 juta.

"Kerawanan terjadi saat minimarket masih beroperasi hingga larut malam. Kasus yang kita tangani yang laporannya masuk ke Polres Cimahi. Bisa saja jumlahnya lebih karena ada juga kasus yang ditangani polsek setempat," ujar Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N. Adiputra, Minggu, 24 Maret 2019.

Rata-rata, minimarket sasaran para pelaku yakni minimarket yang beroperasi 24 jam. Selain itu, minimarket yang disasar berada di lokasi sepi dan minim pengamanan.
"Seharusnya yang boleh buka 24 jam hanya minimarket di fasilitas umum, misalnya rumah sakit, pom bensin, atau di rest area. Kalau di jalan kampung atau kota tidak boleh, dan itu yang kerap jadi sasaran," katanya.

Mengantisipasi potensi tindak kriminal yang menyasar minimarket, pihaknya meminta Pemerintah Kota Cimahi menertibkan minimarket 24 jam di jalanan kota dan menentukan jam tutup tak terlalu larut. Itu sekaligus menjadi langkah antisipasi perampokan, apalagi yang menimbulkan korban.

Buronan/DOK. PR

Pelaku perampokan berpistol masih dalam pengejaran

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap tiga perampok minimarket yang menggasak uang Rp65 juta dan sempat menyekap dan menodongkan pistol ke dua orang karyawan. Perampokan itu telah terjadi Senin, 18 Maret 2019, sekitar pukul 22.00 WIB.

Diakui Niko, ketiga pelaku itu sulit diketahui ciri-cirinya karena saat melakukan aksinya mereka menggunakan helm dan masker penutup wajah. Apalagi, enam CCTV yang terpasang di minimarket semuanya sedang tidak berfungsi. 

Pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi, di antaranya dua karyawan yang saat itu menjadi korban penodongan dan penyekapan. Selain itu, saksinya adalah masyarakat setempat.

Meski tidak ada rekaman CCTV, lanjut Niko, pihaknya memiliki cara yang lain untuk mengungkap kasus dan menangkap ketiga pelaku. "Pelaku belum tertangkap. Tapi untuk mengungkap kasus perampokan ini tidak harus terpaku CCTV," ucapnya.

Pihaknya pun berharap pengelola minimarket memasang CCTV. Sebab hal tersebut bisa memudahkan aparat kepolisian untuk memburu pelaku apabila terjadi aksi kejahatan seperti perampokan.

Selain itu, ia mengharapkan pengelola minimarket melengkapi tokonya dengan perangkat keamanan dan petugas jaga. "Tingkatkan pengamanan lokasi masing-masing, bisa kerjasama dengan masyarakat setempat," imbuhnya.***

Bagikan: