Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 21.4 ° C

Ema Sumarna Dilantik Jadi Sekda Kota Bandung

Tri Joko Her Riadi
EMA Sumarna.*/TWITTER
EMA Sumarna.*/TWITTER

BANDUNG, (PR).- Wali Kota Bandung Oded M. Danial melantik Ema Sumarna sebagai pejabat Sekretaris Daerah definitif, Jumat, 22 Maret 2019 sore. Ia menyebut ketidaksepakatan dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah terselesaikan.

Pelantikan Ema mengakhiri polemik kedua kepala daerah yang berlangsung selama enam bulan. Pilihan Oded mementahkan pilihan Ridwan Kamil, yakni Benny Bachtiar, yang dibuat menjelang berakhirnya masa kepemimpinannya. Ketidaksepahaman kedua kepala daerah ini bahkan mendapatkan perhatian khusus dari Kementerian Dalam Negeri.  

Oded mengaku sudah berbicara secara pribadi dengan Ridwan Kamil, bekas pasangannya di Pemkot Bandung dalam periode jabatan 2013-2018 lalu, pada Rabu 20 Maret 2019. Pada Jumat pagi keduanya kembali bertemu dalam sebuah acara di Gedung Sate.

“Tadi ketemu Gubernur, sudah tidak ada masalah. Saya sampaikan sore ini akan melantik Sekda definitif, dan beliau beliau memberikan respon positif,” kata Oded usai upacara pelantikan.

Oded juga menyebut sudah menemui Benny Bachtiar secara personal. Menurut dia, tidak ada lagi masalah dalam keputusannya melantik Ema. Dengan Kemendagri, yang disebut pernah menerbitkan rekomendasi untuk segera melantik Benny Bachtiar, Oded juga meyakini sudah tidak ada lagi masalah.

Ema sudah menjabat sebagai pelaksana sekda sejak November 2018 lalu. Ia mengawal beberapa program dan kebijakan penting di Pemkot, termasuk pembahasan APBD 2019 dan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dengan pelantikan ini, Oded berharap agar kontribusi Ema semakin baik.

Ditemui seusai pelantikan, Ema menyatakan, fokus utamanya adalah mengawal RPJMD yang memuat 74 program prioritas, termasuk 26 janji politik kepala daerah. Ia juga menyinggung pentingnya pembahasan APBD Perubahan 2019 nanti secara tepat waktu. Tahun lalu, Kota Bandung termasuk dalam kelompok kecil pemda yang terlambat menyerahkan dokumen APBD Perubahan. Akibatnya, beberapa program bersumber dana APBD Perubahan gagal ditunaikan.

Beberapa proyek fisik juga disebut Ema sebagai prioritas di tahun anggaran 2019 ini. Termasuk di dalamnya adalah infrastruktur skywalk dan rumah deret Tamansari. Revitalisasi beberapa taman juga ditargetkan tuntas.

“Yang tak kalah penting adalah pengelolaan pendapatan. Tanpa pendapatan maksimal, semua program itu berat (direalisasikan),” tuturnya.

Selain Ema, Oded juga melantik beberapa kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lewat skema rotasi dan promosi. Salah satu yang menonjol adalah tampilnya kembali Ricky Gustiadi sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Ricky diberhentikan oleh Ridwan Kamil sebagai Kepala Dishub pada Januari 2016.***

Bagikan: