Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Sebagian cerah, 23.2 ° C

Berkebun Ganja, Buruh Bangunan Diciduk Polisi

Ririn Nur Febriani
POLRES Cimahi mengamankan EM, seorang buruh bangunan yang menanam pohon ganja di kebun milik tetangganya, di Kec. Parongpong, Kab. Bandung Barat.*/RIRIN NUR FEBRIANI/PR
POLRES Cimahi mengamankan EM, seorang buruh bangunan yang menanam pohon ganja di kebun milik tetangganya, di Kec. Parongpong, Kab. Bandung Barat.*/RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Seorang pekerja bangunan berinisial EM alias Iboy (40), ditangkap Satresnarkoba Polres Cimahi. Dia terciduk menanam pohon ganja di kebun milik tetangganya di Jalan Cigugur Suka Mulus, Desa Suka Maju, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Turut diamankan juga pohon ganja yang sudah sempat panen maupun yang masih segar.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengatakan, saat dilakukan penangkapan, polisi berhasil mengamankan 11 batang pohon ganja yang ditanam di lahan kosong milik warga setempat. Penanaman ganja sengaja dilakukan di lahan yang jarang dilintasi oleh masyarakat.

"Pelaku menanam ganja sejak enam bulan lalu. Hasil panennya sebanyak satu paket ganja kering sudah pernah dijual oleh pelaku ke temannya di daerah Parongpong," katanya, Jumat, 22 Maret 2019. 

Pihaknya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah memberi informasi keberadaan kebun ganja tersebut. "Itu membuktikan masyarakat peduli akan lingkungan, sehingga menginformasikan hal ini kepada kepolisian. Kami himbau masyarakat agar melapor kalau ada temuan yang melanggar hukum, sehingga bisa kami tindak sesuai hukum berlaku," tutur Rusdy. 

Penangkapan tersangka Eman dilakukan pada 20 Maret 2019 di kediaman pelaku di Jalan Cigugur Suka Mulus, Desa Sukamaju, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat sekitar pukul 20.00 WIB.

Tiga kali panen

Kepada polisi, EM mengaku penanaman ganja tersebut berawal setelah dirinya membeli satu paket ganja kepada JOS yang hingga saat ini masih buron. Harganya Rp 200 ribu di daerah Cikampek. 

"Awalnya beli ganja untuk dipakai, ternyata ada bijinya dan saya tanam di kebun milik orang. Memang sengaja ditanam di tempat yang tidak dilewati orang di lereng-lereng," ujarnya.

Sehari-hari, tersangka bekerja sebagai kuli bangunan. "Selama menanam ganja pernah tiga kali panen, hasilnya paling banyak 0,5-1 ons," kata EM. 

Ia mengatakan, tanaman ganja tersebut bisa dipanen setelah ditanam selama enam bulan dan hasilnya dijual kepada satu orang yang merupakan teman dekatnya.

"Setelah panen pembeli menghubungi saya," katanya.***

Bagikan: