Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 30.3 ° C

Puncak Musim Hujan Maret, Waspada Banjir dan Longsor

Dewiyatini
FOTO ilustrasi petugas membersihkan banjir yang membawa material longsor.*/DOK. PR
FOTO ilustrasi petugas membersihkan banjir yang membawa material longsor.*/DOK. PR

BANDUNG,(PR).- Musim kemarau diperkirakan dimulai pada awal atau pertengahan April 2019. Oleh karena itu, puncak musim hujan terjadi di bulan Maret 2019. Sejumlah daerah di Jawa Barat harus waspada bencana banjir dan longsor.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung Tony Agus Wijaya menyebutkan pada Maret ini, wilayah Jabar dan sekitarnya sedang masuk puncak musim hujan. Menurut Tony, saat ini tengah masuk masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau untuk wilayah Jabar.

“Termasuk Bandung diprediksi mulai terjadi sekitar awal hingga pertengahan April 2019," kata Tony, Kamis 21 Maret 2019.

Tony mengatakan datangnya musim kemarau 2019 berkaitan erat dengan peralihan angin baratan (Monsun Asia) menjadi angin timuran (Monsun Australia). Peralihan peredaran angin monsun itu akan dimulai di wilayah Nusa Tenggara pada Maret 2019, lalu bergerak ke Bali dan Jawa pada April 2019.

"Kemudian maju ke sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada bulan Mei dan akhirnya Monsun Australia sepenuhnya mendominan wilayah Indonesia pada bulan Juni-Agustus 2019," ucapnya.

Laporan BMKG pusat, lanjut Tony, mengingatkan masyarakat di sebagian wilayah NTT, NTB, Jawa Timur bagian Timur, Jawa Tengah, sebagian Jawa Barat serta sebagian daerah di pulau Sumatera karena akan mengalami musim kemarau lebih awal.

"Secara umum, puncak musim kemarau 2019 diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus-September,” ujarnya. 

Akan tetapi, imbauan kepada institusi terkait, Pemda serta masyarakat untuk waspada dan bersiap terhadap kemungkinan dampak musim kemarau telah disampaikan. Terutama untuk wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan, lahan, dan ketersediaan air bersih.

“Di peralihan musim ini, kami imbau mengimbau masyakarat jika potensi curah hujan tinggi masih akan terjadi di wilayah Indonesia, termasuk Jabar,” katanya. 

Maret ini mulai masuk periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga potensi hujan cukup rendah terutama di wilayah Pantai Timur Sumatera, wilayah Riau dan sekitarnya. Tony mengatakan perlu diwaspadai adanya peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.***

Bagikan: