Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 21.4 ° C

Hilang Seharian, Lansia Pencari Kayu Bakar Ditemukan Meninggal di Sungai Citarum

Hendro Susilo Husodo
DOK POTENSI SAR PASUNDAN
DOK POTENSI SAR PASUNDAN

NGAMPRAH, (PR).- Sempat hilang selama satu hari di kawasan hutan Curug Sawer, seorang pencari kayu bakar bernama Yayat (63) ditemukan tewas di genangan Sungai Citarum yang berada di wilayah Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Rabu 20 Maret 2019. Diduga, korban tewas setelah terjatuh dan terseret air bah. 

Kepala Polsek Cililin AKP Dadan MD Saputra mengatakan, korban ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa sekitar pukul 14.30. Saat ditemukan, korban mengambang pada genangan air di Sungai Citarum. Menurut dia, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

"Pada saat ditemukan, korban mengambang. Itu juga sambil dipatroli menggunakan kapal boat milik Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. Patroli oleh unsur Muspika dipimpin Danramil 0915 Cililin, yang di dalamnya ada Basarnas, Dishub Jabar, Bhabinkamtibmas, dan Pemerintah Desa Karangtanjung," katanya.

Dadan menyebutkan, pihak keluarga korban sudah menerima kematian Yayat sebagai musibah, dan telah membuat surat pernyataan untuk menolak dilakukan autopsi. "Diduga, saat itu korban sedang mencari kayu bakar sementara cuaca sedang hujan besar. Korban kemudian terpeleset ke aliran sungai," katanya.

Kasi Kesra Desa Karangtanjung Epul Saepurnama memengisahkan, pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 korban pergi mencari suluh. Hal itu berdasarkan keterangan seorang pekerja pabrik tahu, yang sempat bertemu dengan Yayat. Korban, kata Epul, memang biasa mencari kayu bakar di dekat pabrik tahu. "Di sini kemarin (Selasa) jam 13.00 itu hujan deras. Nah, dari situ enggak ada kabar. Istrinya lapor ke RT dan warga sekitar. Saya kemudian ditelefon," katanya.

Pada Selasa itu juga, lanjut dia, pencarian korban pun langsung dilakukan setelah maghrib oleh sekitar 40 orang, termasuk dirinya. Pencarian dilakukan sampai tengah malam, namun tak membuahkan hasil. Pada Rabu pagi pencarian lantas dilanjutkan kembali.

"Kemarin itu kan airnya deras, karena memang sudah hujan lebat. Masyarakat memang sudah mengkhawatirkan korban tergerus air. Makanya, Dishub juga ikut melakukan pencarian di hilir sungai. Kepala desa juga ikut turun langsung melakukan pencarian pakai perahu," katanya.***

Bagikan: