Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

2021, Enam Kecamatan di Bandung Barat Punya Pasar Semimodern

Cecep Wijaya Sari
ILUSTRASI, Pasar Buah Lembang, Kabupaten Bandung Barat.*/HENDRO HUSODO/PR
ILUSTRASI, Pasar Buah Lembang, Kabupaten Bandung Barat.*/HENDRO HUSODO/PR

NGAMPRAH, (PR).- Pasar tradisional berkonsep semimodern akan dibangun di enam kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, yakni Cikalongwetan, Cipeundeuy, Cisarua, Sindangkerta, Gununghalu, dan Rongga. Pembangunan keenam pasar ini ditargetkan rampung pada 2021 nanti.

"Tahun ini, kami fokus mengerjakan DED (detail engineering design), sehingga tahun 2020-2021 pembangunan bisa berjalan dan selesai," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Maman Sulaeman, Rabu 20 Maret 2019.

Dia mengungkapkan, pasar tersebut rencananya dibangun satu areal dengan kantor kecamatan, masjid, taman, dan alun-alun sebagai pusat keramaian. Sementara itu, bangunan pasar akan dibuat dua lantai dengan konsep semimodern. Konsep tersebut diharapkan bisa menghilangkan kesan kumuh dan kotor yang selama ini melekat pada pasar tradisional.

Selain persiapan DED, Maman menuturkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan beberapa desa untuk penyediahan lahan bagi pembangunan pasar. “Persoalan lahan juga harus kami selesaikan karena ada juga tanah milik desa dan ini harus dikerjasamakan dengan desa," katanya.

Meski demikian, di beberapa kecamatan seperti Sindangkerta sudah tersedia lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan pasar, masjid, alun-alun dan taman dalam satu areal. Selain itu, di Cisarua ada lahan seluas 1 hektare milik pemerintah kecamatan dan juga di Rongga ada tanah milik kecamatan.

"Beberapa kecamatan lainnya sudah ada lahan milik pemerintah, sehingga siap dibangun pasar. Untuk kebutuhan anggaran, itu berbeda-beda setiap wilayah mulai dari kisaran Rp 30 miliar hingga Rp 75 miliar," katanya.

Untuk anggaran pembangunan pasar, lanjut dia, akan diupayakan dari bantuan provinsi ataupun pusat. Untuk itu, kesiapan lahan juga harus dipastikan. Sebab, ada kasus di Cikalongwetan, di mana dana pusat sebesar Rp 5 miliar untuk pembangunan pasar dikembalikan lantaran terbentur masalah lahan.

Pembangunan pasar-pasar tradisional ini, menurut Maman, diharapkan bisa lebih meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Dalam waktu beriringan, pemerintah daerah juga membatasi pembangunan minimarket dan mengarahkan pembangunan desa mart sebagai altenatifnya.***

Bagikan: