Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Sebagian berawan, 20.2 ° C

Di Cimahi, Harga Bawang Naik 50 Persen

Ririn Nur Febriani
SALAH seorang penjual komoditas sayuran di salah satu pasar tradisional di Kota Cimahi, mengatakan harga bawang naik sekitar 50 persen dalam satu bulan terakhir.*/RIRIN NF/PR
SALAH seorang penjual komoditas sayuran di salah satu pasar tradisional di Kota Cimahi, mengatakan harga bawang naik sekitar 50 persen dalam satu bulan terakhir.*/RIRIN NF/PR

CIMAHI, (PR).- Harga sejumlah jenis bawang mengalami kenaikan sejak sebulan terakhir. Rata-rata kenaikannya mencapai 50 persen. Masyarakat berharap harga bawang segera stabil, karena termasuk salah satu kebutuhan pokok rumah tangga.  

Seperti yang terlihat di Pasar Tradisional Cimindi, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi. "Rata-rata kenaikannya 50 persen. Paling terasa sejak sebulan lalu," ucap Ketua Forum Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional Cimindi, Asep Rohendi, Senin, 18 Maret 2019. 

Harga bawang merah dari bandar biasanya didapat dengan harga Rp 15 ribu/kilogram. Kini, harganya melonjak jadi Rp 22 ribu/kilogram. 

Begitu juga dengan bawang putih yang biasanya didapat dengan Rp 17 ribu/kilogram, sekarang jadi Rp 25 ribu/kilogram. Bawang bombay biasanya Rp 16 ribu/kilogram, sekarang Rp 23 ribu/kilogram. 

Menurutnya, naiknya harga beberapa jenis bawang itu dikarenakan stok yang berkurang. "Bisa juga disebabkan adanya permintaan dari importir atau dari bandar karena ada permainan kartel. Itu untuk bawang putih sama bawang bombay, karena kan keduanya barang komoditi impor," tuturnya. 

Lain lagi dengan bawang merah. Menurutnya, kenaikan harga bawang merah jika melihat dari kejadian sebelumnya, disebabkan oleh stok yang terbatas. Sebab, saat ini belum masuk masa panen.

"Dan faktor cuaca juga cenderung berpengaruh, karena curah hujan masih tinggi jadi pengaruh ke hasil panen kurang bagus," ucapnya.

Dikatakan Asep, dengan naiknya harga bawang, otomatis berpengaruh juga terhadap harga di tingkat pengecer atau di pasar tradisional. Para pedagang pun terpaksa harus menaikkan harga.

"Harga rata-rata bawang merah di pasar tradisional sudah menyentuh angka Rp 32 ribu/kilogram. Sedangkan untuk bawang putih sudah menyentuh angka Rp 30 ribu/kilogram. Karena dari bandar naik, otomatis dijual eceran juga naik. Harus segera stabil sih karena termasuk kebutuhan pokok, tidak bisa masak kalau tidak ada bawang," ucapnya.

Menaikkan harga jual

Yanti (47), salah seorang pedagang komoditi sayuran menuturkan, dengan naiknya harga bawang di tingkat bandar, ia terpaksa harus menaikkan harga jual di pasar. Kondisi itu tentunya berpengaruh terhadap daya beli konsumen.

"Iya ke konsumen pasti berpengaruh. Kalau harga turun biasanya cenderung banyak yang beli, kalau naik ya sebaliknya," katanya. 

Tim Satgas Pangan Polres Cimahi segera menelusuri penyebab kenaikan harga sejumlah jenis bawang dari tingkat bandar ke pedagang di pasar tradisional. Ketua Tim Satgas Pangan Polres Cimahi, AKP Niko N. Adiputra mengatakan, hal tersebut lantaran kenaikan harga bawang sudah lebih dari Rp 1.000-2.000 perkilogramnya.

"Kita akan lihat dulu ketersediaan barang di pasar seperti apa. Kalau memang sulit, ada dua kemungkinan, karena ditimbun atau memang distribusinya terhambat," ujar Niko.

Jika ada potensi penimbunan dan campur tangan dari kartel hingga ada pengendalian harga, bisa dikenakan tindak pidana ekonomi.

"Jadi untuk meningkatkan harga, dia berbuat curang dengan menimbun pasokan barangnya. Permainan harga itulah yang akhirnya bisa kita kenakan undang-undang ekonomi," katanya.

Untuk memastikan keterlibatan kartel pada kenaikan harga bawang kali ini, mesti ada pengecekan ke beberapa pasar tradisional dan gudang penyimpanan.

"Ada beberapa yang mesti kita lakukan, tidak bisa hanya dari satu titik, seperti kenaikan lebih dari 50 persen. Mesti dicek dulu ke beberapa pasar di Kota Cimahi dan daerah lain, dilihat ke gudang penyimpanan juga," tuturnya menjelaskan.

Pihaknya menilai, kenaikan harga tidak berkaitan dengan situasi politik menjelang Pemilu 2019. "Tidak bisa berspekulasi karena ada Pemilu atau yang lainnya. Intinya kami akan telusuri permasalahan ini, karena memang sudah ada keluhan dari masyarakat," ucapnya.***

Bagikan: