Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 18.7 ° C

Bunda Literasi, Teladan Keluarga dan Masyarakat

Handri Handriansyah
KETUA Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Bandung Nia Kurnia Dadang Naser melantik 31 Bunda Literasi tingkat kecamatan se-Kabupaten Bandung di Gedung Dewi Sartika, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin, 18 Maret 2019.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR
KETUA Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Bandung Nia Kurnia Dadang Naser melantik 31 Bunda Literasi tingkat kecamatan se-Kabupaten Bandung di Gedung Dewi Sartika, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin, 18 Maret 2019.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

SOREANG, (PR).- Gerakan membaca dan budaya literasi bisa menjadi solusi dalam pembentukan karakter generasi muda terbaik bangsa. Terlebih lagi, gempuran teknologi saat ini tak bisa diabaikan, karena telah membuat anak-anak lebih tertarik bermain gawai daripada membaca dan menulis buku.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Bandung Nia Kurnia Dadang Naser di Gedung Dewi Sartika, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin, 18 Maret 2019. Dalam kesempatan itu, Nia juga melantik 31 Bunda Literasi tingkat kecamatan se-Kabupaten Bandung.

Menurut Nia, tantangan kemajuan teknologi membuat penanaman kegemaran membaca dan budaya literasi menjadi cukup berat. Oleh karena itu diperlukan hadirnya Bunda Literasi sebagai sosok ibu yang menjadi teladan di keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Sebelumnya, Nia sendiri dilantik menjadi Bunda Literasi Kabupaten Bandung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil yang juga Bunda Literasi Jabar. Ketika itu, Atalia sendiri berharap bahwa keberadaan Bunda Literasi bisa menyentuh level yang lebih spesifik sampai ke kelurahan atau desa.

Senada dengan Atalia, Nia pun mendorong para Bunda Literasi tingkat kecamatan untuk membentuk Bunda Literasi di tingkat kelurahan dan desa. "Mudah-mudahan akan segera lahir Bunda Literasi di 270 desa dan 10 kelurahan se-Kabupaten Bandung," ujarnya.

Nia menjelaskan, peran Bunda Literasi sama seperti seorang ibu dalam keluarga. Sosok ibu tersebut akan menjadi peran sentral dalam memberi contoh kepada anak dalam rangka membangun karakter anak sebagai generasi penerus.

Kepada para Bunda Literasi kecamatan, Nia berpesan agar mereka bisa mempromosikan, mengajak, memfasilitasi dan memberi teladan kepada anak dalam hal kegemaran membaca buku dan budaya menulis. Mereka juga diharapkan bisa merangkul komunitas-komunitas Taman Baca Masyarakat (TBM) yang suda ada.

Di tingkat desa/kelurahan, Nia berharap nantinya Bunda Literasi juga bisa memaksimalkan perpustakaan desa agar lebih semarak. Dengan begitu, anak-anak bisa lebih memilih bermain, membaca dan menulis di perpustakaan ketimbang bermain gawai.***

Bagikan: