Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 21.4 ° C

Uu Ruzhanul Ulum Mangkir Tiga Kali untuk Jadi Saksi Sidang Korupsi Kabupaten Tasikmalaya

Yedi Supriadi
UU Ruzhanul Ulum/ANTARA
UU Ruzhanul Ulum/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum kembali mangkir sebagai saksi dalam sidang kasus korupsi dana hibah kabupaten Tasikmalaya. Ketidakhadiran Uu pada sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin, 18 Maret 2019, adalah mangkir yang ketiga kalinya.

Ketidakhadiran Uu dipersidangan terungkap setelah jaksa penuntut umum membacakan surat perihal ketidakhadiran Uu dan alasannya. “Berdasarkan penetapan Majelis Hakim, kami selaku jaksa penuntut umum sudah melaksanakan pemanggilan. Namun pada saat ini, yang bersangkutan tidak dapat hadir karena mempunyai tugas kedinasan ke Sukabumi untuk menghadiri acara pendidikan vokasi dari Kementerian Perindustrian,” kata jaksa Andi Andika di depan Majelis Hakim.

Atas keterangan jaksa tersebut, Hakim Ketua Muhamad Razad menanyakan kepada terdakwa perihal ketidakhadiran Uu untuk menjadi saksi dipersidangan. Terdakwa Abdul Kodir (mantan sekda) dan terdakwa Maman Jamaludin terlihat sempat berdiskusi apakah Uu perlu dipanggil lagi oleh Majelis Hakim atau tidak.

“Setelah melakukan diskusi dengan Pa Maman, kami nyatakan untuk dilanjut (ke) persidangan selanjutnya,” kata terdakwa Abdul Kodir.

Hakim pun memutuskan untuk melanjutkan agenda berikutnya karena masa penahanan terdakwa pun akan habis. Selain itu, terdakwa pun setuju untuk melanjutkan persidangan.

TERDAKWA  yang juga Sekda Tasikmalaya non aktif, Abdul Kodir saat menjalani sidang dugaan tindak pidana korupsi dana hibah APBD Tasikmalaya 2017 di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin 17 Desember 2018. Dalam sidang yang juga meghadirkan delapan terdakwa lainya tersebut mengagendakan mendengarkan keterangan saksi. */ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Persidangan akhirnya dilanjutkan ke agenda pemeriksaan terdakwa. Namun, para terdakwa tidak diajukan banyak pertanyaan karena sebelumnya sudah diambil keterangannya ketika agenda saling bersaksi di antara terdakwa.

Usai pemeriksaan terdakwa, Majelis Hakim mengundur sidang satu pekan untuk dilanjutkan ke agenda pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum. "Untuk memberikan kesempatan kepada jaksa untuk membuat nota tuntutan, sidang diundur dan dibuka lagi pada Senin (25 Maret 2019)," ujar hakim ketua.

Ketidakhadiran Uu membuat keterangan terdakwa tidak disangkal kebenarannya

Usai sidang, penasehat hukum, Bambang Lesmana, menyatakan bahwa ketidakhadiran Uu Ruzhanul Ulum di persidangan adalah hak dari yang bersangkutan. Pihaknya tidak bisa memaksakan apalagi terdakwa sudah memastikan supaya sidang dilanjutkan ke agenda selanjutnya.

Bambang juga mengatakan, ketidakhadiran Uu tersebut akan menjadi pertimbangan hukum dalam putusan hakim. Pasalnya, keterangan terdakwa tidak disangkal oleh mantan Bupati Tasikmalaya itu.

"Kalau datang kan bisa disangkal. Karena tidak hadir, jadi tidak disangkal oleh yang bersangkutan. Dari itulah nantinya akan jadi kesimpulan oleh majelis hakim dalam pertimbangan hukum, termasuk oleh penasehat hukum dalam melakukan nota pembelahaan. Artinya, pernyataan para saksi dan terdakwa itu tidak disangkal kebenarannya," ujarnya.

Keterangan saksi dan terdakwa yang dimaksud, menurut Bambang, mengenai dana hibah yang sekarang jadi masalah. Dana itu dipakai untuk Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) dan pengadaan hewan kurban atas perintah Uu Ruzhanul Ulum.***

Bagikan: