Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.4 ° C

Kajian Sistem Carpooling Diperluas untuk Melibatkan Angkot

Muhammad Fikry Mauludy
WAKIL Wali Kota Bandung Yana Mulyana menaiki kendaraan uji coba sistem carpooling dimana beberapa waktu lalu Pemkot Bandung bekerja sama dengan Grab Indonesia.*/HUMAS PEMKOT BANDUNG
WAKIL Wali Kota Bandung Yana Mulyana menaiki kendaraan uji coba sistem carpooling dimana beberapa waktu lalu Pemkot Bandung bekerja sama dengan Grab Indonesia.*/HUMAS PEMKOT BANDUNG

BANDUNG, (PR).- Rencana sistem carpooling akhirnya diperluas kajiannya dengan melibatkan moda trasnportasi angkutan kota (angkot). Wali Kota Bandung Oded M. Danial memerintahkan Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk mengkaji perluasan sistem carpooling yang melibatkan angkot itu.

“Kemarin dihebohkan carpooling itu dengan Grab, ya, sesungguhnya kebijakan saya tidak ada monopoli. Itu saja intinya. Artinya kalau angkot juga mau, tentu sangat terbuka,” tutur Oded, di Pendopo Kota Bandung, Senin, 18 Maret 2019.

Ia mengatakan, percontohan yang dilakukan kemarin dilakukan ke instansi, dalam hal ini Dishub. Oded pun menginstruksikan kepada Kepala Dishub Didi Ruswandi untuk mengevaluasi hasil uji coba yang sudah selesai dilaksanakan.

Ia pun menyatakan bahwa ia menyambut baik rencana angkot untuk bergabung dengan sistem carpooling Kota Bandung. Apalagi, baru dirilis hasil kajian Angkot to School yang dinilai potensial untuk diperluas.

“Kalau hasil evaluasinya (Angkot to School) bagus, positif, bisa ke sekolah, silakan saja. Tidak ada halangan, tidak masalah. Nanti tinggal tugas kita dibenahi, ditata dengan benar seperti apa. Yang penting semangatnya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum,” ujarnya.

Oded pun berharap ada kajian terkait pengaturan rute dan trayek yang ada. Sejalan dengan itu, perlu ada pembenahan dan komitmen penyedia jasa angkutan untuk bersiap menata layanan terbaik bagi publik.

Ilustrasi.*/DOK PR

Salah satu evaluasi terkait titik jemput

Dari rilis yang diterima dari Humas Pemkot Bandung, sejumlah anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi mempertanyakan kebijakan carpooling Grab to Work, di Balai Kota Bandung. Saat menerima mahasiswa, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, program carpooling bertujuan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di Kota Bandung.

Masa uji coba Grab to work telah berakhir pada Jumat (15/3/2019) lalu. “Sekarang masih dikaji dari berbagai sudut pandang. Mudah-mudahan bisa melibatkan perusahaan transportasi yang lain di Kota Bandung. Kemarin uji coba lima hari dan sudah berhenti,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi menjelaskan, poin penting dari uji coba carpoolingseminggu lalu adalah terkait titik jemput. “Kalau boleh dibilang, masukan ini bisa menjadi kekhasan operator carpooling. Kemarin kita tidak bicara masalah harga karena selama uji coba itu gratis,” ujarnya.

Setelah uji coba selama lima hari lalu, Didi menambahkan, pihak dari Koperasi Pemilik Angkutan Masyarakat (Kopamas) pun tergerak untuk menindaklanjuti program carpooling Angkot to school yang sebelumnya pernah diujicoba di SMPN 26 Bandung. “Mereka sudah berniat mau minta dukungan pendampingan untuk menindaklanjuti program carpooling Angkot to school dengan SMPN 26,” ujarnya.***

Bagikan: