Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Cerah berawan, 27.5 ° C

Nico: Teror itu Menciptakan Ketakutan

Novianti Nurulliah
NICO SIAHAAN mengutuk teror di kota Christchurch Selandia Baru.*/DOK. PR
NICO SIAHAAN mengutuk teror di kota Christchurch Selandia Baru.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR), - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Junico BP Siahaan  mendorong agar Kementrian Luar Negeri RI terus memberikan informasi mengenai perkembangan WNI yang menjadi korban aksi terorisme di dua masjid di kota Christchurch Jumat 15 Maret lalu. 

Untuk diketahui,  dua WNI yang merupakan ayah dan anak menjadi korban aksi terorisme di dua masjid di kota Christchurch. Dilansir BBC, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengatakan sebanyak enam warga Indonesia berada di Masjid Al Noor ketika penembakan berlangsung. Sejauh ini semuanya selamat, tetapi dua orang dilaporkan terluka yang merupakan ayah dan anak, yang terkena tembak di masjid. 

Kondisi ayah saat ini di ICU dan anak dirawat di ruang biasa di rumah sakit yang sama, yaitu Christchurch Public Hospital. 

"Masyarakat butuh informasi yang jelas soal kondisi terkini korban maupun masyarakat Indonesia di sana pada umumnya, " ujar lelaki yang akrab disapa Nico Siahaan itu pada wartawan, Sabtu 16 Maret 2019.

Selain itu,  Nico pun mendorong Kemenlu untuk segera melakukan advokasi terhadap WNI yang tinggal di sana. 

Selebihnya Nico pun mengutuk aksi terorisme yang terjadi di Kota Christchurch yang dia sebut sebagai perbuatan keji dan tidak berperikemanusiaan. Lebih lanjut, dia juga mengajak masyarakat agar tidak mempolitisasi kasus penembakan yang menyebabkan 49 korban tewas tersebut.

"Kita semua berduka dan mengutuk keras kejadian tersebut. Tapi di tengah hiruk-pikuk politik saat ini, saya berharap kasus ini tidak dipolitisasi", ujar dia. 

Selain itu, Nico pun meminta agar masyarakat berhenti untuk menyebarkan video sadistis penembakan muslim di Selandia Baru. Dengan menyebarkan video tersebut sama saja dengan membantu teroris menanamkan ketakutan pada warga.

"Teror itu menciptakan ketakutan, jadi mari kita berhenti memposting video yang justru malah mengkampanyekan ketakutan," ujar dia.

Nico pun menambahkan, semua pihak harus  sama-sama menolak terorisme apapun bentuknya itu. Menurut dia,  yang terpenting adalah persaudaraan dalam kemanusiaan  yang harus diutamakan.***

Bagikan: