Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sebagian cerah, 19.4 ° C

Tuna Netra Berjalan di Trotoar Terancam Nabrak Pohon dan Pot Bunga

Tim Pikiran Rakyat
GUIDING block di jalan protokol wilayah Cibeber terhalang pohon. Ini dinilai cukup membahayakan pejalan kaki tuna netra.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN
GUIDING block di jalan protokol wilayah Cibeber terhalang pohon. Ini dinilai cukup membahayakan pejalan kaki tuna netra.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Trotoar di Kota Cilegon masih jauh dari kata aman untuk digunakan para pejalan kaki tuna netra. Sebab, guiding block atau jalur ramah disabilitas yang ada di trotoar Kota Cilegon penuh dengan gangguan.

Contohnya saja di depan kantor Wali Kota Cilegon, guding block terhalang tiang lampu hias kota. Lebih parah di jalan protokol wilayah Cibeber, guiding block terhalang pohon bahkan tertutup pot bunga.

Hendra (32), salah satu penyandang tuna netra di wilayah Cibeber, mengaku harus berusaha keras untuk bisa menggunakan guiding block. Katanya, terpaksa berjalan cukup pelan agar tidak membentur pohon atau tersandung pot bunga. “Paling wajib itu, saya harus hapalkan dulu titik-titik pohon dan pot bunga di sepanjang guiding block. Tidak cukup sampai pada hapal, saya juga harus jalan pelan takutnya ada benda baru lagi yang tertanam di guding block itu,” katanya, Jumat 15 Maret 2019.

Menurut Hendra, menyayangkan guiding block yang dibangun Pemkot Cilegon penuh dengan benda. Padahal katanya, jalur ramah disabilitas tersebut harusnya bersih dan bebas hambatan. “Kami itu tidak bisa melihat, patokan kami hanya alat untuk mencek posisi di depan kami. Guding block kan untuk memudahkan kami berjalan di trotoar. Tapi kok ada pohon, tiang listrik, pot bunga, itu tidak aman untuk kami,” ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon Nana Sulaksana mengatakan jika pembangunan trotoar memang bermasalah. "Itu memang tidak sesuai spek, buatnya juga asal-asalan. Harusnya guiding block kan dibuat di tengah, ini malah dipinggir. Jadi emang tidak cocok,” tuturnya.

Nana mengakui ada kesalahan konstruksi saat pembangunan kembali trotoar. Katanya, pelaksana proyek tidak mengerti fungsi guiding block untuk tuna netra tersebut. "Itu mah pelaksananya bandel, tidak lihat gambar. Kalau seperti itu kan orang tuna netra bisa kepentok tiang," ungkapnya.

Menurut Nana, pihaknya akan segera memperbaiki guiding block itu agar tak membahayakan tuna netra. Bahkan telah membuat maket dimana letak guiding block tidak lagi membahayakan penyandang disabilitas. "Nanti akan diperbaiki, gambarnya sudah sesuai. Salah posisi saja itu, nanti ada pemeliharaan, diperbaiki lagi," katanya.***

Bagikan: