Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 20.2 ° C

Peristiwa Bandung Lautan Sampah 2005 Bisa Terulang

Retno Heriyanto
WALI Kota Bandung Oded M Danial mewarni gambar mural pada kegiatan Bazar Sampah Kelurahan Babakan Penghulu, bertempat di Kampung Bebedahan, RW 2, Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Sabtu 16 Maret 2019.*/RETNO HERIYANTO/PR
WALI Kota Bandung Oded M Danial mewarni gambar mural pada kegiatan Bazar Sampah Kelurahan Babakan Penghulu, bertempat di Kampung Bebedahan, RW 2, Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Sabtu 16 Maret 2019.*/RETNO HERIYANTO/PR

BANDUNG,(PR).- Peristiwa penumpukan sampah di Kota Bandung tahun 2005 bisa terulang kembali bila semua elemen masyarakat tidak memiliki kepedulian mengatasi sampah. Setiap hari, tidak kurang dari 1.500 ton sampah dihasilkan warga Kota Bandung.

“Dapat dibayangkan, bila sehari saja sampah di Kota Bandung tidak diangkut atau dibuang ke (TPA) Sarimukti, peristiwa tahun 2005 bisa kembali terulang, Kota Bandung kembali mendapat julukan Bandung Lautan Sampah,” ujar Wali Kota Bandung Oded M Danial, Sabtu 16 Maret 2019 dalam acara Bazar Sampah Kelurahan Babakan Penghulu di Kampung Bebedahan, RW 2, Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung.

Tingginya volume sampah yang dihasilkan warga Kota Bandung hingga pencapai 1.500 ton per hari, menurut Oded M Danial juga mengakibatkan biaya pengangkutan yang cukup besar.

“Andai saja program Kang Pisman (Kurangi, Pilah, Manfaatkan) sudah dilakukan warga Kota Bandung, anggaran yang mencapai Rp 150 miliar per tahun bisa digunakan untuk anggaran lain, bisa saja misalnya Rp 1 miliar untuk tambahan pembangunan perkelurahan,” ujar Oded M Danial.

WALI Kota Bandung Oded M Danial menimbang sampah pada kegiatan Bazar Sampah Kelurahan Babakan Penghulu, bertempat di Kampung Bebedahan, RW 2, Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Sabtu 16 Maret 2019.*/RETNO HERIYANTO/PR

Besarnya pengeluaran APBD untuk sampah yang mencapai Rp 150 miliar per tahun, menurut Oded M Danial, digunakan untuk pengangkutan dan tipping fee.

“Bila respons masyarakat semuanya sudah baik dalam pengelolaan sampah, Insya Allah dalam dua tahun produksi sampah di Kota Bandung dapat dikurangi hingga 40 persen dan mengurangi biaya hingga 60 miliar,” ujar Oded M Danial.

WALI Kota Bandung Oded M Danial bersama unsur Muspika Cinambo memukul botol plastik menandai kegiatan Bazar Sampah Kelurahan Babakan Penghulu, bertempat di Kampung Bebedahan, RW 2, Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Sabtu 16 Maret 2019.*/RETNO HERIYANTO/PR

Bazar Sampah Kelurahan Babakan Penghulu, menurut Camat Cinambo Dadang Iradi merupakan salah satu kegiatan publikasi keberhasilan kewilayahan dalam menangani sampah.

“Penanganan sampah dengan 3R (reduce, reuse, and recycle) melalui program Kang Pisman di Kampung Bebedahan, RW 2, Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung ini sudah melibatkan banyak pihak dan dapat dijadikan contoh wilayah lainnya di Kota Bandung,” ujar Dadang.

Sampah yang dikelola masyarakat, menurut Dadang, tidak hanya dipilah sejak dari rumah, tetapi juga sudah dimanfaatkan.

Pemanfaatan yang dilakukan berupa pemilahan sampah plastik dan kertas yang dapat dibarter dengan barang kebutuhan sehari-hari atau makanan, juga dibuat kompos dengan menggunakan mesin penghancur, bata terawang, dan sistem maggot (ulat) yang sudah dapat menghasilkan ulat untuk pakan ikan.***

Bagikan: