Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sebagian cerah, 19.4 ° C

19 Proyek Ditawarkan, Nilainya Rp 29 Triliun.

Novianti Nurulliah
FOTO ilustrasi proyek pembangunan.*/DOK. PRFMNEWS
FOTO ilustrasi proyek pembangunan.*/DOK. PRFMNEWS

BANDUNG,(PR).- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar  dan Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) dan mempertajam skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Hal itu terkait dengan skema pembangunan yang akan dilakukan di Jabar, setidaknya berdasarkan identifikasi awal, TAP dan Bappeda mencatat ada 19 proyek yang bisa ditawarkan dengan skema tersebut.

Kepala Bappeda Jabar Taufiq Budi Santoso mengatakan, bersama TAP mereka mematangkan pembentukan Simpul KPBU yang nantinya akan mengelola urusan proyek-proyek yang memakai skema KPBU sedetil-detilnya. “Sebelum menjadi Simpul KPBU kami bersama TAP menyiapkan rancangan Simpul KPBU-nya,” katanya di Bandung, Jumat 15 Maret 2019.

Diakui dia, skema KPBU bukan barang baru dalam hal pembiayaan infrastruktur. Namun setelah kolaborasinya bersama TAP ternyata Pemprov Jabar selama ini masih lemah karena tidak memiliki simpul skema tersebut. 

“Simpul KPBU ini dibuat untuk menyatukan proyek-proyek tadi dalam satu koordinasi. Nanti fasilitasi, pembinaan dan monitoring evaluasi dilakukan di simpul ini, karena ke depan akan dibentuk sebuah unit khusus Simpul KPBU di Bappeda Jabar yang diatur oleh payung hukum keputusan gubernur dimana nanti akan ada jabatan Kepala Simpul KPBU," ucap dia.

Pihaknya dibantu TAP yang merupakan orang-orang profesional dan memiliki jaringan luas dengan pusat, sehingga sangat membantu pelaksanaan dan percepatan KPBU ini. 

Proses penajaman

Selanjutnya, kata dia, setelah proses penajaman selesai, Bappeda akan merancang proyek-proyek infrastruktur yang bisa ditawarkan pada investor lewat skema KPBU. Dari identifikasi awal, TAP dan Bappeda mencatat ada 19 proyek yang bisa ditawarkan. Totalnya Rp 29 triliun.

"Tapi dari 19 itu yang kita lihat siap ada 5 proyek, dari 5 itu 3 paling siap antara lain Tempat Pemrosesan dan Pengelolaan Akhir Sampah (TPPAS) Legoknangka, LRT Bandung Raya dan SPAM Bandung Raya," kata dia.

Rencananya pada April mendatang pihaknya akan mengundang Kementerian Keuangan, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan pihak lain untuk sama-sama mendalami proyek-proyek unggulan tersebut. Dalam waktu dekat juga pihaknya akan meminta pendanaan project development facilities (PDF) pada Kementerian Keuangan.

Terpisah, anggota Dewan Pakar TAP Bernadus Djonoputro mengatakan, skema KPBU menjadi  prioritas Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk pembiayaan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur. TAP menurutnya membantu Bappeda agar pembentukan Simpul KPBU terealisasi. “Jabar sudah agak di depan karena sudah menyusun simpul KPBU,” katanya.

Diakui dia, TAP fokus membantu Bappeda Jabar pada pembentukan Simpul KPBU mengingat unit ini nantinya yang akan mengkoordinasi persiapan proyek-proyek unggulan. "Jika ini sudah ada, pemerintah bukan hanya mampu menarik swasta namun bisa mendapatkan pembiayaan proyek dari pemerintah pusat maupun pihak lain Ini langkah kombinasi antara konsep Blue Book Bappenas dan inisiatif daerah,” ujarnya.

Bernie juga memastikan tiga proyek yang sudah dianggap matang memang layak segera ditawarkan pada investor. Menurutnya proyek sampah, air, hingga jalan merujuk pada implementasi KPBU adalah bidang yang paling banyak diminati. “Air bersih itu paling gampang, sudah tidak ada hambatan aturan tinggal bagaimana PDAM punya kemampuan kapasitas internal,” tuturnya. ***

Bagikan: