Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sebagian berawan, 19.7 ° C

Wakil Bupati Dorong Dorong Bagian Aset Hapus Barang Milik Daerah yang Rusak Berat

Handri Handriansyah
LOGO Kabupaten Bandung.*/DOK
LOGO Kabupaten Bandung.*/DOK

SOREANG, (PR).- Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan berharap Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bisa mengevaluasi tarif lahan dan gedung aset daerah yang bisa disewakan. Selain meningkatkan potensi pendapatan asli daerah (PAD), langkah itu perlu dilakukan untuk menyehatkan posisi keuangan atau neraca keuangan Pemkab Bandung.

Menurut Gun Gun, penyehatan posisi keuangan tersebut harus dilakukan guna mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diraih selama dua tahun berturut-turut. "Untuk tujuan yang sama, saya mengapresiasi langkah Badan Keuangan dan Aset Daerah (BAKD) yang mendorong penghapusan barang milik daerah (BMD) yang rusak berat," ujarnya saat dihubungi Jumat, 15 Maret 2019.

Selain penghapusan BMD yang rusak berat, Gun Gun berharap BAKD juga mengevaluasi penggunaan anggaran pemeliharaan BMD tersebut. Tak lupa pula ia mendorong BKAD untuk membenahi dokumentasi legalitas aset yang dimiliki Pemkab Bandung.

Seperti diberitakan sebelumnya, BKAD Kabupaten Bandung memang mendesak semua perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bandung untuk segera melakukan penghapusan BMD yang rusak berat. Penghapusan disarankan melalui cara pemindahtanganan atau pemusnahan.

Sementara itu Kepala Bidang Pengelolaan Aset BMD pada BKAD Kabupaten Bandung Permadhi mengatakan, BMD rusak berat yang diajukan untuk dihapuskan pada 2017 mencapai nilai Rp 50 miliar. Ketika itu, penghapusan baru terealisasi sebesar 80 persen dan masih menyisakan 20 persen di awal 2018.

Sedianya, nilai BMD rusak yang tersisa itu hanya bernilai Rp 10 miliar. Namun kenyataannya di akhir 2018, jumlah BMD rusak berat nilainya justru meningkat tajam sampai Rp 111 miliar.

Artiya selama 2018, ada BMD rusak berat senilai Rp 91 miliar. Jumlah itu naik 82 persen atau hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Permadhi mengatakan, sebagian besar BMD yang rusak adalah berupa peralatan dan mesin. Namun ia tak menampik jika tak sedikit juga yang berupa kendaraan dinas.***

Bagikan: