Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

Tertunda Dua Tahun, Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat akan Dibangun Tahun Ini

Hendro Susilo Husodo
MAKET Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat yang akan dibangun tahun 2019.*/HENDRO SUSILO/PR
MAKET Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat yang akan dibangun tahun 2019.*/HENDRO SUSILO/PR

NGAMPRAH, (PR).- Sempat tertunda selama dua tahun, pembangunan Gedung DPRD di Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat di Mekarsari, Ngamprah, direncanakan bakal dilakukan tahun ini. Namun, dengan anggaran sekitar Rp 22 miliar, pembangunannya hanya untuk untuk pondasi.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang KBB Anugrah saat ditemui di kantornya, Ngamprah, Jumat, 15Maret 2019. Dia mengatakan, pembangunan Gedung DPRD akan menggunakan anggaran tahun jamak, yakni anggaran 2019 dan 2020.

"Sekarang sudah mulai lelang, anggarannya Rp 22 miliar. Kebutuhan anggarannya itu sekitar Rp 150 miliar, jadi harus dua tahun anggaran. Kenapa pakai anggaran tahun jamak, karena tidak bisa disekaliguskan dianggarkan semuanya. Kan ada sektor lain yang harus dialokasikan juga," kata Anugrah.

Dia berharap, kebutuhan anggaran sekitar Rp 150 miliar itu dapat dibantu oleh Pemprov Jawa Barat, dengan skema anggaran 30:70 atau 30 persen dianggarkan oleh Pemkab Bandung Barat. "Selama ini, kalau soal bantuan anggaran dari provinsi selalu fluktuatif, tapi kami upayakan terus," ujarnya. 

Menurut Anugrah, anggaran sekitar Rp 22 miliar tersebut hanya cukup untuk pematangan lahan dan pembangunan pondasi gedung. Dengan luas bangunan kurang dari 1 hektare, Gedung DPRD yang baru direncanakan bakal memiliki lima lantai.

"Dibandingkan Gedung Dewan yang sekarang, gedung yang mau dibangun itu jauh lebih besar. Ukurannya itu tiga sampai empat kali lipat Gedung Dewan saat ini. Ya, hampir sama kayak Gedung Setda, tapi ini lima lantai," katanya. 

Anugrah menjelaskan, rencana pembangunan Gedung DPRD di Ngamprah itu sudah mengikuti aturan di kawasan Bandung utara (KBU), yang mensyaratkan koefisien bangunan 20 persen dan lahan terbuka hijau 80 persen. "Persentasenya itu dengan luas lahan pemda secara keseluruhan, jadi bukan parsial satu gedung saja," ujarnya.

Dia menambahkan, Gedung DPRD yang akan dibangun menggunakan desain yang berkonsep Observatorium Bosscha dan Gunung Tangkubanperahu, yang merupakan ikon Bandung Barat. Dengan bentuk bangunan menyerupai perahu terbalik, bagian atas gedung diberi kubah seperti kubah Bosscha.

"Namun, kubahnya itu enggak bisa dibuka seperti kubah Bosscha. Desainnya dari konsultan, kami hanya menyerahkan konsepnya. Bosscha dan Tangkubanperahu ini mencerminkan ikon Bandung Barat," tuturnya.

Sebelumnya, rencana pembangunan Gedung DPRD yang baru itu sudah direncanakan sejak 2017. Akan tetapi, hingga saat ini pembangunannya masih belum terlaksana. Setelah Gedung DPRD dipindahkan dari Padalarang ke Ngamprah, gedung yang lama sempat diwacanakan bakal menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Padalarang. Belakangan, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menyatakan urung membangun RSIA Padalarang.***

Bagikan: