Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sebagian berawan, 19.7 ° C

Sungai Citarik Dipenuhi Sampah Plastik

Retno Heriyanto
SAMPAH di Sungai Citarik.*/DOK PR
SAMPAH di Sungai Citarik.*/DOK PR

SOREANG, (PR).- Tumpukan sampah kembali memenuhi pintu air irigasi Sungai Citarik di Kampung Rancakemit, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Sampah didominasi plastik dan styrofoam yang diduga sengaja dibuang oleh pihak tidak bertanggung jawab.

”Memang setelah hujan deras minggu lalu hingga mengakibatkan sungai (Citarik) meluap dan banjir di mana-mana, sampah sempat menutupi irigasi,” ujar Iden (44), warga sekitar irigasi Sungai Citarik di Kampung Rancakemit, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis, 14 Maret 2019. 

Menurut Iden, petugas termasuk dari TNI dan masyarakat berupaya mengangkat sampah tersebut agar tidak terbawa ketika air sungai bermuara ke Sungai Citarum. 

”Namun, sampah yang terangkat hanya sebagian yang dibuang, sisanya ditumpuk di pinggir sungai hingga kembali masuk sungai waktu hujan beberapa hari ini,” ujarnya. 

Hujan deras di kawasan hulu pegunungan Bukittunggul dan Kareumbi hampir terjadi setiap hari sepekan lalu. Hal ini, menurut Iden, yang menyebabkan volume air Sungai Citarik naik. 

Seperti diketahui, Sungai Citarik merupakan muara dari sejumlah sungai dan anak sungai yang berasal dari Bukittunggul dan Kareumbi, seperti  Sungai Cimande, Cikijing, dan Ciherang.

Hal senada diungkapkan Jajang, petugas keamanan desa. Hujan sepanjang Rabu, 6 Maret 2019 dan Kamis, 7 Maret 2019, membuat sampah menumpuk menutupi pintu irigasi. 

”Kondisi seperti itu (air meluap), petugas serbasalah, mau dibuka kasihan warga di (Desa) Tegalluar dan Bojongemas. Tidak dibuka, kasihan juga warga Rancaekek,” ujar Jajang.

Akibat pintu air tidak dibuka sepenuhnya, sampah menumpuk. Pada saat air masih tinggi, Kamis, 7 Maret 2019, warga dan petugas TNI Citarum Harum sempat melakukan pengangkatan sampah. 

”Tapi karena sampah hanya disimpan di bantaran sungai, waktu hujan kembali turun kemarin (Selasa, 12 Maret 2019), sampah kembali masuk ke sungai,” tutur Jajang.

Perlu bantuan

Terhadap tumpukan sampah yang mulai mengeluarkan bau menyengat,  warga sekitar, menurut Jajang, berniat untuk membakar. Namun, karena ada larangan dan ancaman hukuman bagi pembakar sampah, sampah dibiarkan menutupi pintu air.

Warga berharap pihak atau instansi terkait untuk segera menangani keberadaan sampah di pintu air irigasi sungai Citarik di Kampung Rancakemit.
Selain menimbulkan bau, warga juga mengkhawatirkan bila hujan kembali turun aliran air akan tersumbat dan banjir akan kembali terjadi menimpa sejumlah daerah langganan banjir di Kecamatan Rancaekek. 

Sungai Citarik merupakan salah satu anak Sungai Citarum yang menjadi penyumbang besar pencemaran Citarum. Bahkan, pada Mei 2018 lalu, Wanadri melakukan ekpedisi dari hulu ke hilir Sungai Citarik dengan nama Kembara Citarik untuk membuktikan sinyalemen tersebut.

Tim ekspedisi melakukan pengambilan sampel air di 14 stasiun pada 22-24 Mei 2018. Lewat uji laboratorium diketahui adanya pencemaran di seluruh stasiun.

Sampel air di sembilan stasiun terbukti tercemar sedang. Lima stasiun lainnya, terutama yang ada di kawasan hilir menjelang pertemuan dengan Sungai Citarum, tercemar berat.***

Bagikan: