Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sebagian cerah, 19.4 ° C

Seleksi Kadinkes Jabar Masih Minim Peminat

Novianti Nurulliah
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Seleksi terbuka untuk jabatan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang kembali dibuka oleh Pemprov Jabar masih minim peminat. Pemprov pun mendorong aparatur sipil negara (ASN) dokter di lingkungan Pemprov Jabar agar mengikuti seleksi jabatan tinggi pratama di dinas tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis, 14 Maret 2019. Menurut dia, seleksi Kepala Dinas Kesehatan ini sangat ditunggu karena selama ini masih dipimpin oleh Plt. Dodo Suhendar yang juga menjabat Kepala Dinas Sosial.

”Kami sudah buka kembali pendaftaran seleksi Kepala Dinas Kesehatan Jabar, karena Pak Dodo itu capek juga, memegang dua dinas raksasa. Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, enggak ada hari tanpa aktivitas, ya bencana alam dan sebagainya. Saya harapannya ada peserta yang daftar, saya juga agak heran kenapa enggak ada peserta. Sekarang sudah dibuka, bahkan sudah ada perintah harus ikut dari pimpinan kita (gubernur),” ujarnya.

Untuk diketahui, posisi Kepala Dinas Kesehatan Jabar merupakan satu-satunya posisi yang belum tuntas seleksinya hingga saat ini. Sementara itu, 14 pejabat eselon II lainnya sudah lebih dulu dilantik oleh Gubernur Jabar pada awal Maret lalu.

Diakui Iwa, pihaknya telah menyurati beberapa orang yang prospektif untuk mengikuti seleksi tersebut. Bahkan, hingga ke kota dan kabupaten di Jabar. 

”Supaya dia juga punya pemahaman dari kabupaten dan akan lebih memahami juga untuk permasalahan Dinas Kesehatan,” ucapnya.

Terkait jumlah ASN yang sudah disurati dan diminta agar ikut seleksi, Iwa belum bisa memastikan. Namun, Iwa mengakui setidaknya ada 10 orang yang telah diminta mendaftar dalam seleksi ter­buka tersebut. 

”Kita lihat nanti hasilnya berapa orang, pokoknya kita jangan sampai enggak ada yang daftar lagi,” katanya.

Luar provinsi

Iwa pun berharap ASN dari luar Provinsi Jawa Barat ada yang mendaftar untuk posisi Kepala Dinas Kesehatan ini, karena seleksi tersebut merupakan seleksi terbuka. Iwa menuturkan, nantinya hingga akhir pendaftaran pada 18 Maret mendatang, peserta yang mendaftar pada seleksi kali ini akan digabungkan dengan satu pendaftar pada seleksi terbuka periode sebelumnya.

”Satu pendaftar kemarin tetap dimasukkan. Kemarin seleksi Dinas Kesehatan meleset karena yang daftar cuma 1 orang, enggak ada pesaing,” ujarnya.

Ditegaskan Iwa, salah satu syarat yang harus dipenuhi agar bisa mendaftar pada posisi tersebut adalah harus seorang dokter. Pendidikannya juga harus sudah S-2.***

Bagikan: