Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Berawan, 23.9 ° C

Rekam Biometrik Bebani Jemaah Calon Haji

Sarnapi
Ilustrasi/REUTERS
Ilustrasi/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Biro-biro perjalanan ibadah umrah keberatan jika perekaman biometrik jemaah calon haji (calhaj) disatukan tempat dan waktunya dengan jemaah umrah. Pada jemaah umrah, antrean pelayanan rekam biometrik saja memakan waktu minimal tiga jam, apalagi jika disatukan dengan jemaah haji.

”Setiap hari kerja dari Senin sampai Jumat, kantor VFS Tasheel Bandung hanya melayani maksimal 800 orang untuk perekaman biometrik. Apakah setelah ada jemaah haji pelayanan dibagi dua atau kapasitas pelayanan ditambah?” kata Direktur Biro Haji Plus dan Umrah Qiblat Tour Wawan R Misbach, Kamis, 14 Maret 2019. 

Wawan mengatakan, selama tiga bulan terakhir, pelayanan biometrik jemaah umrah pun masih menyisakan beberapa masalah. Misalnya, ruang tunggu yang kurang representatif serta waktu tunggu yang lama. 

”Untuk proses perekaman biometrik cukup singkat, sekitar 5-10 menit per orang, tetapi jumlah jemaah umrah setiap bulan di Jawa Barat bisa puluhan ribu orang,” katanya.

Wawan mengusulkan agar pihak Tasheel membuka pelayanan keliling ke Kemenag kabupaten/kota. 

”Pelayanan keliling ini akan sangat membantu jemaah calhaj yang lokasinya jauh dari Bandung. Jemaah tak perlu datang ke Bandung melainkan cukup ke pelayanan Tasheel di Kemenag kabupaten/kota,” katanya.

Sementara itu, pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Assalaam Sufyan Sulaeman menuturkan, meski perekaman biometrik gratis, tetapi calhaj harus datang ke Kota Bandung sehingga perlu waktu khusus. 

”Bagaimana jika saat jadwal perekaman sedang berada di luar kota atau kondisinya sedang sakit,” katanya.

Jadwal perekaman

Rencananya, jemaah dari Kota Bandung akan memulai perekaman biometrik pada Jumat, 15 Maret 2019, serta Senin, 18 Maret 2019 dan Selasa, 19 Maret 2019. 

”Ada 24 kabupaten/kota yang rekam biometrik di VFS Tasheel Bandung, sedangkan tiga kabupaten/kota di VFS Tasheel Cirebon. Masalahnya kalau ada calhaj yang berhalangan ikut rekam biometrik apakah bisa menyusul?” ujarnya.

Sekretaris Forum Komunikasi dan Silaturahmi Pengelola Travel Haji dan Umrah (FKS Patuh) Jabar Rachmat Wildan mengatakan, kewajiban rekam biometrik ini akan membebani jemaah calhaj layaknya jemaah umrah. 

”Pengalaman selama ini jemaah umrah dari jauh misalnya Sukabumi selatan harus menginap semalam di Kota Sukabumi baru berangkat  ke VFS Tasheel Kota Bandung selepas salat Subuh. Berarti jemaah harus mengeluarkan biaya hotel dan transportasi,” ujarnya.***

Bagikan: