Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sebagian berawan, 19.7 ° C

Prasasti Curug Dago Tekankan Kerjasama Bilateral Thailand-Indonesia

Tri Joko Her Riadi
CURUG Dago.*/ADE BAYU INDRA/PR
CURUG Dago.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Selain aksi penyelamatan dari buruknya kualitas lingkungan, Ketua Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Wiwin Djuwita Ramelan  juga mengajak semua pihak agar lebih serius lagi menggali nilai penting prasasti Curug Dago. Salah satu nilai yang bisa menonjol dari situs yang relatif berusia muda ini adalah hubungan budaya bilateral antara Siam (Thailand) dan Indonesia.

”Kunjungan raja menegaskan adanya hubungan budaya yang terjadi antara Thailand dan Indonesia yang ketika itu ada di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Cerita tentang kunjungan ini yang harus kita gali lebih dalam lagi. Saya yakin ada dokumen-dokumen penting yang bisa dicari di Thailand dan Belanda,” kata Wiwin.

Penggagas Komunitas Aleut Ridwan Hutagalung, mengacu pada buku Journeys to Java by a Siamese King (2001) yang ditulis oleh Imtip Pattajoti Suharto, menyebut kunjungan Raja Siam dilakukan sebanyak tiga kali. Dua di antaranya diwarnai dengan kedatangan ke Bandung. 

Menurut Ridwan, masih banyak peristiwa dan cerita terperinci yang dapat digali dari kunjungan raja ini. Ridwan lalu menyodorkan beberapa rentetan kejadian yang melibatkan Bandung dan Thailand. 

Beberapa di antaranya adalah keberadaan Bunderan Siem di kawasan Cipaganti, serta dikenalnya musik angklung di Thailand hingga saat ini. Selain itu, ada cerita tentang salah seorang jenderal perang kerajaan yang dibuang ke Bandung.

”Keturunan jenderal tersebut sampai hari ini masih ada yang tinggal dan berusaha di sini. Ini rangkaian-rangkaian hubungan yang menarik dan penting untuk digali lebih jauh,” ucapnya.

Pada 2018, Pemkot Bandung telah memasukkan situs prasasti Curug Dago sebagai salah satu situs cagar budaya yang menjadi lampiran Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cagar Budaya. Tahun ini, selain sosialisasi perda, pemkot menargetkan penerbitan peraturan wali kota sebagai turunan yang memuat berbagai aturan teknis upaya pelindungannya.***

Bagikan: