Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Perlu Dukungan Alim Ulama dalam Urusan Kesehatan Haji

Sarnapi
KETUA  Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Pusat, Asrori S. Mughni saat menjelaskan pentingnya kesehatan calhaj di Hotel Santika Semarang, Jumat 1520 Maret 2019).*/  DOK. KEMENKES
KETUA Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Pusat, Asrori S. Mughni saat menjelaskan pentingnya kesehatan calhaj di Hotel Santika Semarang, Jumat 1520 Maret 2019).*/ DOK. KEMENKES

BANDUNG, (PR).-  Alim ulama diharapkan dapat memberikan pengertian tentang pentingnya kesehatan jemaah calon haji dalam proses ibadah haji.

Hal itu menjadi benang merah  hal yang  dikemukakan oleh Kepala Bidang  Pembimbingan dan Perlindungan Faktor Risiko Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Rosidi Roslan, dalam siaran pers yang diterima “PR”, Jumat 2019.

Dukungan alim ulama, katanya,  sangat diharapkan sekaitan dengan implementasi Peraturan Menteri Kesehatan soal istitaah (kemampuan) jemaah haji di bidang kesehatan.

Ulama memainkan peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan kesehatan haji.

"Ulama di Indonesia dapat menjelaskan pengertian dan pemahaman yang baik dan utuh atas istitaah kesehatan haji. Berharap bahwa pentingnya kesehatan jemaah haji dalam prosesi ibadah haji, dan pemahaman seluruh masyarakat yang betul-betul terhadap perlunya kesehatan sebagai hal yang krusial dalam menjalankan rukun dan wajib haji," kata Rosidi dalam pernyataannya.

Tentunya peran serta aktif dari seluruh calon jemaah haji sangat diperlukan. "Dalam Permenkes tersebut jelas kategori istitaah kesehatan jemaah haji ini terbagi menjadi jemaah haji yang memenuhi syarat istithaah kesehatan haji, jemaah haji yang memenuhi syarat istithaah kesehatan haji dengan pendampingan alat, obat dan orang; jemaah haji yang tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan haji untuk sementara; dan  jemaah haji yang tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan haji," katanya.

Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan provinsi dan melibatkan lintas sektor terkait juga berkeliling mempromosikan masalah kesehatan haji ini. "Seperti baru-baru ini di Bandung dan Semarang, Jawa Tengah, yang dihadiri peserta dari Kanwil Kementerian Agama kabupaten/kota, MUI dan Dinkes kabupaten/kota, dan Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)," katanya.

Rosidi menyatakan, penyelenggaraan kesehatan haji bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang sebaik baiknya bagi jemaah haji agar dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran Islam.

 "Tujuan tersebut dicapai melalui upaya-upaya peningkatan kondisi kesehatan sebelum keberangkatan, menjaga kondisi sehat selama menunaikan ibadah sampai tiba kembali di Indonesia, serta mencegah transmisi penyakit menular yang memungkinkan terbawa keluar/masuk oleh jemaah haji," katanya.

Sementara jemaah haji yang sudah ditetapkan status Istitaah, selama masa tunggu keberangkatan diberikan pembinaan kesehatan. "Tujuannya agar tetap terjaga kondisi kesehatan sampai keberangkatan ke tanah suci," katanya.***

Bagikan: