Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sebagian cerah, 19.4 ° C

Perlu Disediakan Kolecer di Tempat-tempat Kerumunan

Cecep Wijaya Sari
SEKDA Jabar Iwa Karniwa memberikan sambutan saat menghadiri Forum Perangkat Daerah Bidang Kearsipan dan Perpustakaan di Hotel Masion Pine, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 14 Maret 2019.*/CECEP WIJAYA SARI/PR
SEKDA Jabar Iwa Karniwa memberikan sambutan saat menghadiri Forum Perangkat Daerah Bidang Kearsipan dan Perpustakaan di Hotel Masion Pine, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 14 Maret 2019.*/CECEP WIJAYA SARI/PR

NGAMPRAH, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalin sinergi dengan pemerintah di setiap kota/kabupaten untuk menumbuhkan minat baca masyarakat. Salah satunya, dengan menyediakan kotak literasi cerdas (kolecer) di tempat-tempat kerumunan.

Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengungkapkan, kolecer merupakan salah satu program Gubernur Jabar untuk meningkatkan indeks baca masyarakat yang masih rendah. "Ini merupakan inovasi yang terbaik di dunia dan efektif meningkatkan minat baca masyarakat," ujarnya dalam pertemuan dengan Forum Perangkat Daerah Bidang Kearsipan dan Perpustakaan di Padalarang, Kamis 14 Maret 2019.

Menurut Iwa, adanya kolecer di tempat kerumunan massa terbukti menarik banyak warga untuk membaca. Dalam sarana tersebut, disediakan berbagai buku yang bisa menambah pengetahuan dan juga keterampilan bagi pembacanya.

Terobosan tersebut diharapkan bisa diikuti oleh setiap pemerintah kota/kabupaten dengan menyinergikan program bersama pemerintah provinsi. "Yang penting, kita sinergikan perencanaan, pelaksanaan, dan juga pengendalian berbagai program. Selanjutnya, tentu akan ada evaluasi-evaluasi," tuturnya.

Seperti diketahui, indeks baca masyarakat secara nasional masih rendah, yakni sekitar 25 persen. Angka tersebut diperoleh dari survei Perpustakaan Nasional tahun 2015 yang dilakukan di 28 kota/kabupaten di 12 provinsi atau mewakili 75% dari perpustakaan yang ada di Indonesia.

Sementara secara global, minat baca masyarakat Indonesia berada di urutan ke-60 dari 61 negara. Indonesia persis di bawah Thailand dan di atas Bostwana. Itu berdasarkan studi Most Littered Nation in the World yang dilakukan Central Connecticut State University pada 2016.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jabar Dinny Resmiati menambahkan, masih rendahnya minat baca tidak melulu disebabkan minimnya sarana dan prasarana. "Namun, pemerintah terus menggalakkan berbagai program yang kreatif dan inovatif untuk merangsang minat baca masyarakat. Dan ini harus bersinergi, tidak bisa sendiri-sendiri," ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, Dispusipda Jabar sudah membuat MOU dengan dinas perpustakaan dan kearsipan di setiap kota/kabupaten untuk menyinergikan berbagai program tersebut. Hal itu pun, harus ditindaklanjuti dengan pengalokasian anggaran untuk bisa merealisasikan program.

Saat ini, menurut Dinny, semua kabupaten/kota di Jabar berupaya meningkatkan minat baca masyarakatnya dengan mendukung pengembangan berbagai sarana, seperti taman baca masyarakat dan perpustakaan desa. Namun untuk perpustakaan daerah, saat ini masih ada dua daerah yang belum memilikinya, yakni Kabupaten Pangandaran dan Banjar.

"Untuk KBB, perpusda memang belum ada, tetapi sudah dapat alokasi DAK sebesar Rp 10 miliar. Untuk Pangandaran dan Banjar, kami coba upayakan agar bisa mendapatkan bantuan keuangan ataupun DAK. Syukur kalau bisa dianggarkan dari APBD," ucapnya.***

Bagikan: