Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 23.4 ° C

Penyandang Disabilitas Mendapat Pelatihan untuk Tingkatkan Kemandirian

Ririn Nur Febriani
PENYANDANG disabilitas intelektual mendapat Program Pelayanan Jarak Jauh (PPJJ), agar bisa meningkatkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, Jumat, 15 Maret 2019.*/RIRIN NF/PR
PENYANDANG disabilitas intelektual mendapat Program Pelayanan Jarak Jauh (PPJJ), agar bisa meningkatkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, Jumat, 15 Maret 2019.*/RIRIN NF/PR

CIMAHI, (PR).- Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi memfasilitasi para penyandang disabilitas intelektual untuk mendapat Program Pelayanan Jarak Jauh (PPJJ). Dengan demikian, diharapkan mereka bisa meningkatkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.

Kegiatan digelar atas kerja sama dengan Panti Sosial Bina Grahita (PSBG) Ciungwanara. Secara simbolis, kegiatan digelar di Aula gedung B Kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Jumat, 15 Maret 2019.

Kepala DinsosP2KBP3A Kota Cimahi Erik Yudha yang didampingi Kepala Bidang Sosial Agustus Fajar mengatakan, penerima manfaat PPJJ sebelumnya merupakan hasil seleksi. "Sedikitnya 35 orang penyandang disabilitas intelektual Kota Cimahi mendapat PPJJ," ujarnya.

Sebelum program ini dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan bimbingan teknis atau pembekalan kepada para pendamping sosial atau kader pendamping.

"Sebelumnya, kader asal Kota Cimahi sudah mendapat pendidikan selama 1 minggu di PSBG Ciungwanara. Para disabilitas ini bakal menjalani program yang sama dengan di Ciungwanara lewat bantuan kader untuk pendampingan kemandirian selama 4 bulan. Jika seluruhnya ditampung di lokasi tidak memungkinkan, sehingga digelar program ini di daerah masing-masing," katanya.

Kegiatan pendampingan di rumah masing-masing mulai dari aktivitas sehari-hari hingga tambahan keterampilan. "Ke depan, dari PPJJ ini bisa ada pemberian bantuan usaha kepada penyandang disabilitas intelektual jika mereka bisa memgembangkan kemampuan berwirausaha secara mandiri. Ada juga yang bisa buka usaha sendiri, sampai diserap di dunia kerja," tutur Erik. 

Kegiatan pendampingan di rumah disesuaikan dengan waktu mereka. "Nanti ada evaluasi juga dari PSBG Ciungwanara apakah efektif atau harus ditingkatkan lagi," ucapnya.  

Adapun jumlah disabilitas anak di Kota Cimahi terdata sebanyak 342 orang. Akan tetapi, belum ada data klasifikasi sesuai jenis disabilitas yang dimiliki. 

"Layanan kita berikan sesuai kebutuhan sebagai upaya pemenuhan hak disabilitas," katanya.***

Bagikan:

TERPOPULER