Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Karyawan dan Warga di Sekitar Pabrik Berpotensi Besar Alami Gangguan Pendengaran

Ririn Nur Febriani
KARYAWAN dan warga di sekitar pabrik PT Trisulatex mendapatkan skrining pendengaran dari Departemen THT dan Kepala Leher (THT-KL) RS Dustira-Fakultas Kedokteran Unjani, Jumat, 15 Maret 2019.*/RIRIN NF/PR
KARYAWAN dan warga di sekitar pabrik PT Trisulatex mendapatkan skrining pendengaran dari Departemen THT dan Kepala Leher (THT-KL) RS Dustira-Fakultas Kedokteran Unjani, Jumat, 15 Maret 2019.*/RIRIN NF/PR

CIMAHI, (PR).- Karyawan dan warga di sekitar pabrik berpotensi mengalami gangguan pendengaran lebih besar. Salah satu penyebabnya karena kebisingan yang bersumber dari kawasan industri.

Hal ini terungkap dalam kegiatan skrining gangguan pendengaran yang diselenggarakan di lokasi pabrik PT Trisulatex, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Jumat, 15 Maret 2019. Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Pendengaran Sedunia dengan melakkan skrining terhadap 300 karyawan dan warga di sekitar pabrik.

Selain itu, acara skrining juga ditujukan untuk edukasi mengenai kesehatan pendengaran kepada warga. Dengan harapan bisa menekan angka gangguan pendengaran di seluruh dunia pada 2030 sesuai target WHO.

Komite Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) menetapkan ada 5 program yang harus ditanggulangi dan menekan kecilnya angka penyakit serius yang satu ini. "Diantaranya adalah kelainan pendengaran pada bayi-bayi yang baru lahir, kotoran telinga, infeksi, kebisingan, ketulian pada orangtua," ujar Kepala Departemen THT dan Kepala Leher (THT-KL) RS Dustira-Fakultas Kedokteran Unjani Letkol Sigit Sasongko selaku Komite Daerah (Komda) PGPKT Kota Cimahi.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan pemeriksaan telinga secara gratis. Sigit juga menerangkan kepada masyarakat untuk memeriksa kesehatan telinga rutin setiap 3 bulan. "Kotoran telinga jangan dibersihkan dengan cotton bud, karena khawatir menyumbat pendengaran. Pembersihan telinga sebaiknya oleh dokter saja," tuturnya.

Ia juga mengutarakan, penyebab ketulian yang banyak muncul di Kota Cimahi adalah dari kebisingan. Sumbernya dari suara kegiatan dalam pabrik di kawasan industri. "Karenanya, jangan lupa pakai alat pengaman telinga bagi operator mesin sebagai alat standar," tuturnya.

Walikota Cimahi Ajay M. Priatna mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda Komnas PGPKT. Apalagi, Kota Cimahi juga mendapat penghargaan tingkat Internasional The 2nd Sound Hearing World Congress yang diadakan di Bali bulan Februari 2019 lalu. 

"Karena itu kami sangat fokus pada Kegiatan memeriksa kesehatan telinga yang selama ini dilaksanakan Dinkes Kota Cimahi bekerjasama dengan RS Dustira sebagai Komda PGPKT Kota Cimahi sebagai upaya pencegahan ketulian ditengah masyarakat," ujarnya.

Dia juga mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan pendengaran anak sejak dini. "Bagi warga usia dini wajib di skrining pendengarannya. Kalau ada potensi gangguan bisa dideteksi lebih awal dan ditangani sehingga kerusakan bisa lebih optimal dicegah. Kami juga minta perusahaan memeriksakan kesehatan telinga karyawannya karena potensi terganggu sangat besar," jelasnya.***

Bagikan: