Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Berawan, 23.9 ° C

Program Desa Mart Jadi Solusi Ketimpangan Harga di Pelosok Bandung Barat

Cecep Wijaya Sari
KOMPLEKS Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.*/DEDEN IMAN/PR
KOMPLEKS Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.*/DEDEN IMAN/PR

NGAMPRAH, (PR).- Rencana pembangunan Desa Mart di Kabupaten Bandung Barat dinilai bisa menjadi solusi pengendalian harga sejumlah kebutuhun pokok masyarakat di daerah pelosok. Melalui Desa Mart, harga bisa dikendalikan dengan subsidi silang.

Kepala Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Potensi Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bandung Barat, Deni Ahmad mengungkapkan, mahalnya harga sembako di daerah pelosok seperti Kecamatan Rongga disebabkan tingginya ongkos jasa transportasi. "Hal ini membuat harga-harga kebutuhan pokok lebih mahal daripada harga umum di daerah perkotaan," katanya, Kamis 14 Maret 2019.

Dia mencontohkan, harga gas elpiji 3 kilogram yang di perkotaan berkisar Rp 20.000-Rp 25.000, di Rongga bisa dijual Rp 40.000. Sebab, terdongkrak biaya transportasi pengiriman barang ke sejumlah warung di daerah setempat.

Jika kebutuhan sembako tersebut dijual di Desa Mart, menurut dia, harganya tak akan jauh berbeda dengan yang dijual di tempat lain pada umumnya. "Di Desa Mart, harga akan sama, seperti yang umum diberlakukan di minimarket di mana pun. Jadi, harga bisa dikendalikan," katanya.

Untuk mengelola Desa Mart, rencananya Pemkab akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan ritel ternama. Penghasilan dari Desa Mart nantinya juga akan menjadi tambahahan pendapatan desa setempat.

Jika dihitung, lanjut dia, bisnis ritel ini akan memberikan pendapatan bagi desa cukup tinggi. Rata-rata penghasilan bersih minimarket bisa mencapai Rp 5 juta per hari. Bila dikalikan 30 hari bisa mencapai Rp 150 juta. "Ini jadi kesempatan bagi desa untuk mendapatkan keuntungan yang ujung-ujungnya bisa menambah kesejahteraan gaji aparat desa hingga ke tingkat RT/RW. Sebab, bisnis ini tidak mengandalkan anggaran pemerintah," katanya seraya menyebutkan untuk dana awal dalam mendirikan Desa Mart ditaksir sekitar Rp 300 juta.

Menurut dia, Desa Mart tidak akan mematikan usaha di warung-warung tradisional. Sebab, mereka akan diajak bekerja sama. Bahkan, produk-produk unggulan lokal juga bisa dipasarkan di Desa Mart.

Deni juga mengungkapkan, ada tujuh pemerintah desa di Kecamatan Rongga yang antusias untuk membangun Desa Mart. Seperti beberapa desa lainnya, kendalanya masih ada yang belum memiliki lahan untuk pembangunan Desa Mart.

Meski demikian, hal itu bisa diatasi, di antaranya dengan menyewa bangunan di tempat lain. "Jika sudah ada minimarket di sana, bisa juga pengelolaannya diambil alih Desa Mart, tentunya dengan kesepakatan bersama," ujarnya.***

Bagikan: