Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 22.2 ° C

Lahan Pertanian di Jabar Terus Menyusut

Hendro Susilo Husodo
KEPALA Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar Hendi Jatnika.*/HENDRO SUSILO/PR
KEPALA Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar Hendi Jatnika.*/HENDRO SUSILO/PR

NGAMPRAH, (PR).- Lahan pertanian di Jawa Barat terus mengalami penyusutan seiring dengan kebutuhan sarana dan prasarana bagi penduduk di Jabar yang begitu banyak. Apalagi, di Jabar terdapat banyak proyek infrastruktur yang praktis turut menggerus lahan pertanian. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar Hendi Jatnika mengakui, lahan pertanian di Jabar terus berkurang. Meski tak hafal datanya secara pasti, dia menyatakan bahwa pihaknya berupaya mempertahankan produktivitas pertanian di Jabar.

"Kalau lahan, tidak akan bertambah, pasti itu. Jabar dengan penduduk yang begitu banyak, itu membutuhkan lahan buat pemukiman, sarana umum, usaha atau sektor lainnya. Nah, tentunya dengan lahan tersisa yang ada, kami harus pertahankan," kata Hendi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut dia, upaya untuk menjaga produktivitas pertanian itu diantaranya dengan membuat lahan yang ada lebih efektif dan efisien. Tanah di Jabar yang terbilang subur, kata dia, menjadi potensi daerah untuk menghasilkan hasil pertanian yang berkualitas.

"Yang kami harapkan ke depan, Jabar tidak hanya mengandalkan kuantitas, tapi kualitasnya juga. Harus bisa memenuhi tuntutan pasar, seperti sekarang pasar menginginkan produk yang organik dan ramah lingkungan. Nah, petani di Jabar harus bisa menghasilkan yang seperti itu," katanya.

Hendi mengatakan, di Jabar pun sekarang banyak dibangun proyek nasional, baik yang sudah, sedang, maupun akan dilakukan pembangunannya. Dampak yang tidak mungkin dihindari, kata dia, adalah lahan pertanian yang ikut berkurang. 

"Pasti ada pengurangan lahan, tapi datanya susah ya. Proyek-proyek besar pemerintah pasti ada datanya. Misalkan, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) itu sekian ribu hektare, Pelabuhan Patimban itu akan memakan sekitar 2.000 hektare. Namun, yang kecil-kecil, yang menjadi pemukiman atau kawasan lainnya, itu yang paling banyak," ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, Pemprov Jabar akan menetapkan kawasan budidaya maupun lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) sebagai acuan untuk pengembangan pertanian. Dengan lahan yang terus menyusut, produksi pertanian pun lebih digenjot melalui program intensifikasi, ekstensifikasi, dan sebagainya.

"Soalnya, kami tidak bisa bertahan dengan lahan pertanian yang seperti ini. Toh kita juga butuh, masyarakat kita juga perlu buat pabrik, jalan, kawasan industri, BIJB, atau Patimban yang lagi dibangun. Namun, pemerintah pusat dan daerah, tentunya dengan perda tata ruang, di situ akan tercantum berapa lahan pertanian yang akan dijaga," katanya.  

Terkait dengan lahan tidur, Hendi menjelaskan, Gubernur Jabar sudah berulang kali menyampaikan agar dimanfaatkan. Pihaknya pun telah mencoba mendekati para pemilik lahan yang kurang produktif untuk dikerjasamakan. Contohnya, kata dia, lahan PTPN VIII yang mulai ditanami jagung.

"Seperti jagung di Cianjur selatan, ini rencananya secara bertahap mungkin sekitar 5.000 hektare. Di sana kan ada lahan eks perkebunan, yang milik perkebunan. Nah, kemarin kami rapat dengan dinas terkait di Pemkab Cianjur untuk mengembangkan lahan-lahan yang kurang produktif di Jabar selatan," ujarnya.***

Bagikan: