Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Berawan, 23.9 ° C

Jasad Pengusaha Asal Baleendah yang Jadi Korban Mutilasi di Malaysia, Tiba di Bandung Rabu ini

Endah Asih Lestari
ILUSTRASI kriminalitas.*/DOK.PRFM
ILUSTRASI kriminalitas.*/DOK.PRFM

BANDUNG, (PR).- Jasad Warga Kab. Bandung yang menjadi korban mutilasi di Malaysia, Nuryanto dan asistennya, Ai Munawaroh, akan tiba di Indonesia pada Rabu, 13 Maret 2019 sekitar pukul 08.30 WIB.

"Kalau di Jakarta jam 08.30, berangkat ke sini bisa sampai tiga sampai empat jam, paling sampai ke Bandung sore," kata Kuasa Hukum Ujang, Hermawan, seperti dilansir Antara, Rabu, 13 Maret 2019 pagi. 

Hermawan mengatakan, saat ini pihak keluarga telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia terkait kepulangan jenazah keluarga mereka ke Indonesia.

"Keluarga juga sudah mengabari sanak saudaranya untuk menyambut jenazah, juga untuk membantu pemakamannya di dekat kediamannya," katanya.

Hermawan menyebutkan, kondisi tubuh jenazah masih belum lengkap semuanya. Tetapi atas konfirmasi keluarga, bagian tubuh jenazah tersebut tetap dipulangkan ke Tanah Air.

Sementara itu, Hermawan menyebutkan tiga orang telah diamankan oleh Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) sehubungan dengan kasus ini. Akan tetapi, ia mengatakan bahwa masih ada pelaku utama kasus tersebut yang masih belum terungkap. 

Kronologis

Seperti diberitakan PR sebelumnya, Nuryanto diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia karena hilang kontak dengan keluarga saat berada di Negeri Jiran sejak 22 Januari 2019 lalu. Padahal warga Kampung Ciodeng Timur, Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung itu hanya pamit ke keluarganya untuk berangkat ke Malaysia pada 17 Januari dan direncanakan pulang 23 Januari.

Setelah hilang kontak, kata Hermawan, pihak keluarga sempat mengecek data penerbangan dari maskapai yang rencananya akan membawa pulang boss PT Jaya Anugerah Tekstil itu. "Hasilnya pengecekan pada 25 Januari, maskapai tersebut memastikan bahwa pak Nuryanto tak menggunakan tiketnya dalam penerbangan 23 Januari," ujarnya.

Begitu pula data cek in di Hotel Bukit Bintang yang mencatat Nuryanto hanya menginap pada 21-23 Januari. Pihak hotel memastikan bahwa Nuryanto tidak sempat melakukan cek out setelah keluar kamar pada 22 Januari.

Hermawan menambahkan, keluarga Nuryanto kemudian dikagetkan dengan ramainya informasi di media sosial terkait temuan dua mayat korban mutilasi di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia pada 26 Januari 2019. Keluarga pun mengenali pakaian yang dikenakan korban mirip dengan pakaian yang dikenakan Nuryanto saat berangkat ke Malaysia.

Keluarga semakin yakin ketika tim kuasa hukum pada 1 Februari, disusul adik Nuryanto 4 Februari berangkat ke Malaysia untuk memastikan. "Hasilnya ada kecocokan antara ciri-ciri korban dalam rekaman CCTV hotel bukit bintang tempat pak Nuryanto menginap," ujarnya.

Selain itu, Hermawan menegaskan bahwa pihak kepolisian Malaysia sendiri tidak mendapat laporan kehilangan dari warga setempat. Keluarga Nuryanto satu-satunya yang membuat laporan kehilangan orang dengan ciri-ciri mirip korban mutilasi dan polisi setempat juga menemukan barang bukti telefon genggam persis seperti milik Nuryanto.

Utang-piutang 

Sebelumnya, Hermawan hanya mengatakan bahwa keberangkatan Nuryanto ke Malaysia hanya perjalanan bisnis biasa yang rutin ia lakukan. Akan tetapi, Hermawan kemudian membenarkan bahwa keberangkatan kali ini memang terkait utang-piutang.

Menurut Hermawan, Nuryanto pertama kali datang ke kantornya pada 8 Januari 2019 untuk meminta pertolongan karena belum bisa membayar utang sekitar Rp 400 juta kepada salah seorang mitra kerjanya. Nuryanto pun minta dibuatkan surat permohonan telat bayar yang kemudian justru membuat mitra kerjanya itu marah besar karena memang utangnya sudah jatuh tempo.

Setelah membayar sebagian dari utang tersebut, Nuryanto pun kemudian memutuskan untuk berangkat ke Malaysia. Di sana, ia bermaksud mengambil uang dari mitra kerjanya yang lain dengan jumlah sekitar Rp 2 miliar.

Alih-alih berhasil mendapatkan uang dan pulang sesuai jadwal pesawat yang dibooking sejak awal, Nuryanto justru hilang kontak dengan keluarganya di Bandung. Kabar duka pun diterima keluarga dari media sosial saat dua jenazah korban mutilasi di mana salah satunya mirip Nuryanto ditemukan di Malaysia.***

Bagikan: