Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

Krisis Sumber Air Tanah, Industri Dilarang Tambah Titik Sumur Dangkal

Ririn Nur Febriani
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

CIMAHI, (PR).- Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi menyatakan Kota Cimahi masuk dalam zona merah sumber air tanah. Industri sudah tak bisa mengajukan penambahan titik sumur baru dan harus mulai mendaur ulang air yang dieksploitasi.

Kepala DPKP Kota Cimahi, M. Nur Kuswandana, mengatakan hal itu saat ditemui di Pemkot Cimahi  Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Selasa, 12 Maret 2019. "Cimahi ini sudah masuk ke zona merah sumber air dangkal dan sumber air dalam. Semua daerah di Cimahi itu zona merah, sudah tidak lagi membuka titik air baru," ujarnya.

Untuk titik air dengan kedalaman lebih dari 40 meter, kuantitas serta kualitas air sudah tidak memadai. Hal tersebut lantaran eksploitasi berlebihan yang dilakukan terutama oleh industri.

Setiap industri yang ada di Kota Cimahi memiliki sumber air berupa sumur lebih dari satu titik dengan penggunaan berlebihan untuk proses produksi.
"Solusinya mereka harus mulai melakukan daur ulang air limbah yang dihasilkan. Jangan langsung dibuang tapi harus bisa diolah lagi. Jangan terus menyedot air tanah," katanya.

Kendati masuk dalam zona merah untuk air dalam, namun untuk sumur dangkal dengan kedalaman kurang dari 40 meter masih bisa dieksplorasi.

"Sumur dangkal masih bisa dimanfaatkan tentunya untuk kebutuhan rumah tangga. Tapi kalau mau membuka titik baru harus ada izin dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat sebagai pemegang kewenangan pengelolaan sumber daya air," katanya.

Untuk sumber air di kawasan utara Kota Cimahi masih dalam kualitas bagus, sedangkan untuk di wilayah selatan Kota Cimahi sudah rusak parah.
"Khusus untuk wilayah selatan sudah rusak parah karena pencemaran, dan pelakunya ya jelas industri. Terutama di kawasan industri seperti Utama, Cibodas, Leuwigajah, jelek kualitasnya," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi perlu bergerak cepat melakukan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk menampung air hujan sebelum mengalir ke sungai.

Berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi, dari total luas wilayah 40,25 km2 Kota Cimahi hanya memiliki RTH seluas 4,6 km2 setara 11,15 persen dari luas seluruh Kota Cimahi.***

Bagikan: