Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 20.2 ° C

Ceu Popong: Isi Kemerdekaan dengan Bersungguh-Sungguh dalam Bekerja dan Belajar

Mochammad Iqbal Maulud
POPONG Otje Djundjunan.*/ADE BAYU INDRA/PR
POPONG Otje Djundjunan.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Tokoh perempuan masyarakat Jawa Barat Popong Otje Djunjunan berikan kuliah umum mengenai empat pilar kebangsaan. Kuliah umum tersebut dilakukan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali, di Jalan Rajawali, Kota Bandung pada Senin, 11 Maret 2019.

Pada kesempatan tersebut perempuan yang akrab disapa Ceu Popong ini menjelaskan bagaimana cara mengisi kemerdekaan. Karena menurutnya apa yang dilakukan oleh generasi masa kini masih dirasakan jauh dari pengorbanan yang dilakukan oleh para pahlawan.

"Kemerdekaan tidak diraih dengan mudah, kita dijajah oleh Belanda selama 350 tahun dan Jepang selama 3,5 tahun. Namun dengan persatuan kita bisa merdeka, tetapi berbeda dengan negara tetangga kita seperti Malaysia dan Singapura, kemerdekaan kita ini murni hasil perjuangan. Sedangkan negara tetangga hanya merupakan hadiah," ucapnya.

Menurut Ceu Popong‎ kemerdekaan di Indonesia yang bukan hadiah ini adalah modal. Karena dengan begitu Bangsa Indonesia memiliki harga diri yang tinggi, karena telah meraih kemerdekaan dengan darah, nyawa dan pengorbanan, baik bersifat materil hingga non materil.

"Kemerdekaan yang kita raih ini tidaklah instan, bahkan beberapa kali perjuangan tersebut menemui jalan buntu. Namun pada intinya kemerdekaan ini terdiri dari beberapa fase yang mengingatkan kita untuk melakukan persatuan dan kesatuan," ucapnya.

Seperti diketahui, kata Ceu Popong, setidaknya ada tiga fase dasar persatuan yang telah membuat Indonesia merdeka. Fase pertama adalah, fase Kebangkitan Nasional pada tahun 1908, lalu Sumpah Pemuda pada tahun 1928, sementara terakhir adalah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

"Negara kita ini baru dibentuk sehari setelah kemerdekaan yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945. Namun perjuangan tak berhenti hingga disitu saja, karena setelah itu ada perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada tanggal 10 November 1945," katanya.

Karenanya dengan perjuangan tersebut lanjut Ceu Popong seharusnya kita masyarakat Indonesia khususnya generasi muda merasa bangga. Terlebih demi berterima kasih pada para ‎pahlawan seharusnya Bangsa Indonesia bersungguh-sungguh dalam mengisi kemerdekaan.

"Mengisi kemerdekaan itu sangat simple karena kita sebagai Bangsa Indonesia yang memiliki harga diri tinggal bersungguh-sungguh. Semisal jika kita sebagai anggota DPR seharusnya bekerja dengan semestinya, selalu hadir dalam paripurna misalnya. Tetapi jika tertangkap KPK itu adalah anggota DPR yang 'belegug'," ucapnya.

Berbicara dihadapan mahasiswa, Ceu Popong pun berpesan agar para mahasiswa bersungguh-sungguh dalam belajar. Jangan sampai tidak lulus gara-gara hal yang sepele atau memalukan semisal hamil di luar nikah. "Mahasiswi itu masa menjaga perut satu saja susah, terus yang laki-lakinya pun sekarang menganggap hal itu lumrah. Bahkan banyak yang tidak mau bertanggung jawab, berbeda dengan zaman saya dulu, lelaki itu pasti tanggung jawab," ucapnya.

Oleh karena itu Ceu Popong berharap generasi muda bisa memberikan yang terbaik pada bangsa dan negaranya. Cara mudahnya adalah dengan selalu memegang prinsip kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas.

Hal senada dikatakan oleh Djoni Aluwi dari Forum Pembauran Kepemudaan. Menurutnya pengkotak-kotakan dari suku dan daerah menjadi penyebab Indonesia ini dulu lama dijajah. Padahal dengan persatuan, kemerdekaan mudah diraih.

"Kita akan terus sosialisasikan wawasan kebangsaan, agar bisa terus menjaga persatuan. Jangan sampai kita terpecah belah, karena jika terpecah belah, negara bisa menjadi genting, khawatir ke depan kedaulatan negara bisa hilang," ucapnya.***

Bagikan: