Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Berawan, 23.9 ° C

BNNP Jabar Gagalkan Pengiriman 20 Kilogram Sabu

Joko Pambudi
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat menggagalkan upaya pengiriman narkoba jenis sabu dengan berat total sekitar 20 kilogram di Kabupaten Sukabumi.*/JOKO PAMBUDI/PR
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat menggagalkan upaya pengiriman narkoba jenis sabu dengan berat total sekitar 20 kilogram di Kabupaten Sukabumi.*/JOKO PAMBUDI/PR

BANDUNG, (PR).- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat menggagalkan upaya pengiriman narkoba jenis sabu dengan berat total sekitar 20 kilogram. Langkah sindikat narkoba jaringan internasional itu dihentikan di Kabupaten Sukabumi. 

"Barang ini tujuannya akan diedarkan di Jakarta dan Jawa Barat," ujar Kepala BNNP Jawa Barat, Brigjen Pol Sufyan Syarif, di Kantor BNNP Jawa Barat Jalan Hasan, Jl. Soekarno Hatta Kota Bandung, Senin, 11 Maret 2019. 

Keempat tersangka yang dimaksud masing-masing berinisial AG, LI, AJ, serta GI. Mereka memiliki peran berbeda dalam jaringan peredaran tersebut. 
AG berperan sebagai pengendali di lapangan, sekaligus perekrut. "Tersangka AG juga merupakan salah satu DPO (daftar pencarian orang/buron) atas kasus ganja 2,2 ton di Cianjur Februari 2016," kata Sufyan.

Sementara, tersangka LI memiliki peran sebagai perekrut dan pengendali, yang ikut dalam distribusi narkoba. Dua orang lain, yaitu AJ dan GI, merupakan sopir yang membawa kendaraan pengangkut narkoba. 

Satu orang tersangka lain, berinisial J, berperan sebagai aktor utama yang menggerakkan jaringan ini. Dia saat ini tercatat sebagai penghuni Lapas Medaeng Surabaya. 

Untuk kasus sabu ini, penelusuran sudah dilakukan sejak beberapa waktu silam. Petugas sudah memantau gerak-gerik sindikat sejak berada di kawasan Tulang Bawang Lampung. 

Dari Taiwan

Diketahui bahwa pesanan sabu didatangkan dari Taiwan. Untuk masuk ke Indonesia, barang diselundupkan melalui Aceh.

Selanjutnya, barang dibawa menggunakan jalur darat, melintas sejumlah daerah seperti Pekanbaru, Palembang, Lampung, Bakauheni, kemudian masuk ke Jawa Barat melalui Bogor, dan berakhir di Sukabumi. 

Saat ditangkap di Sukabumi beberapa waktu silam, mereka tengah berada di sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat persembunyian. Lokasi tersebut sekaligus menjadi titik transit sebelum peredaran lebih lanjut, di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

Bersamaan dengan penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa sejumlah paket sabu yang dikemas dengan menggunakan bungkus teh cina. Secara keseluruhan, narkoba jenis sabu yang dibawa mencapai 20 kilogram. 

Dia menambahkan, jenis sabu ini pun tergolong kategori kelas atas dengan kualitas tinggi. Konsumsinya bisa dicampur dengan rasio 1 berbanding 2. 

Selain itu, diamankan pula dua kendaraan yang digunakan untuk operasional sindikat ini, serta empat buah ponsel. Untuk proses hukum, dia menambahkan, sanksi bagi para tersangka diharapkan bisa sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. 

Barang bukti yang tergolong besar ini melibatkan dua orang residivis. "Saya usulkan ke kejaksaan untuk dihukum seberat-beratnya," kata Sufyan.***

Bagikan: