Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Soroti Banjir Bandung Selatan, Jokowi Sasar Pembenahan Hulu Sungai

Abdul Muhaemin
PRESIDEN Joko Widodo membahas sejumlah persoalan saat berkunjung ke Kantor Redaksi Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu 10 Maret 2019.*/HARRY SURJANA/PR
PRESIDEN Joko Widodo membahas sejumlah persoalan saat berkunjung ke Kantor Redaksi Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu 10 Maret 2019.*/HARRY SURJANA/PR

BANDUNG, (PR).- Permasalahan banjir di sejumlah wilayah di Bandung seperti Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang mendapatkan perhatian Presiden Joko Widodo.

Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke Kantor Redaksi Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu 10 Maret 2019 dalam kapasitas sebagai Presiden.

Sebelum tiba di kantor Pikiran Rakyat, Jokowi mengunjungi proyek pembangunan Terowongan Nanjung yang menjadi pengendali banjir di daerah Bandung Selatan.

Menurut dia, kehadiran terowongan yang terletak di Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung itu diharapkan bisa mengurangi serta mengatasi permasalahan banjir yang selama ini kerap melanda Bandung Selatan.

“Pagi tadi kami melihat terowongan di Nanjung, lalu (kalau) selesai bisa mengurangi banyak urusan banjir di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang,” tutur Jokowi di Aula Pikiran Rakyat.

WARGA berjalan melewati gang Asmareja yang tergenang banjir lebih dari 1 meter di Kampung Jembatan, Desa Andir Baleendah, Kabupaten Bandung. Rabu, 6 Maret 2019. Warga mengakui jika banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut kian menambah beban hidup warga baik secara materil maupun immateril yang tidak sedikit.*/ADE MAMAD/PR

Dia menuturkan bahwa permasalahan banjir di beberapa wilayah di Bandung dan di Indonesia tidak terlepas dari pengubahan tata ruang.

Menurut Jokowi, pengubahan tata ruang di hulu menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Banyak masyarakat yang menjadikan wlayah hulu dan pinggiran sungai menjadi perkebunan bahkan pemukiman sehingga ketika hujan datang, dampak buruknya dirasakan masyarakat.

“Memang yang paling penting bukan hanya di Bandung. Di daerah lain juga. (Banjir) yang berurusan dengan hulu (sungai) terutama tentang tata ruang. Masalah penggunaan lahan yang sudah jadi kebun atau pemukiman, masalahnya dari situ. (Rencana) rata ruang yang tidak dijalankan secara tegas dan konsisten yang terus menerus akan sulit sehingga dengan adanya bendungan tersebut bisa mengurangi (masalah banjir),” katanya.

SEJUMLAH kendaraan melintas di kawasan pasar tradisional di jalan raya Dayeuhkolot yang tergenang banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Jumat, 8 Maret 2019. Ribuan warga dari 3 kecamatan yang terdampak diantaranya Kecamatan Baleendah,Bojongsoang dan Dayeuhkolot diungsikan sementara ke sejumlah tempat penampungan korban banjir di 3 wilayah tersebut, kendati masih banyak warga yang memilih bertahan di rumahnya.*/ADE MAMAD/PR

Salah satu upaya mengatasi hal itu, selain membangun terowongan pengendali banjir, menurut Jokowi, adalah perlu adanya penghijauan kembali serta mengembalikan tata ruang di hulu seperti sedia kala. Ketika hulu sungai diperbaiki dan dihijaukan kembali, hilirnya akan mengikuti.

“Kita fokuskan ke hulunya terlebih dahulu, termasuk Citarum. Kalau di hulunya sudah hijau, ke hilirnya juga akan mengikuti,” ujarnya.***

Bagikan: