Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Umumnya berawan, 23.2 ° C

Permintaan Akta Kelahiran di Bandung Barat Meningkat

Cecep Wijaya Sari
KOMPLEKS Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat.*/DEDEN IMAN/PR
KOMPLEKS Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat.*/DEDEN IMAN/PR

NGAMPRAH, (PR).- Permintaan terhadap pembuatan akta kelahiran di Kabupaten Bandung Barat sejak awal tahun ini menunjukkan peningkatan. Selain meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan, hal ini juga dipengaruhi banyaknya pengajuan isbat nikah ke Pengadilan Agama Ngamprah.

Kasi Pengolahan dan Penyajian Data Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Barat, Cuncun Cahyadi menyebutkan, pada bulan Januari tercatat 4.076 akta lahir dan Februari 4.040 akta yang sudah diterbitkan. "Sejak awal tahun, permintaan akta lahir meningkat. Ini menunjukkan kesadaran warga terhadap pentingnya adminduk lebih baik," katanya.

Pembuatan akta kelahiran pun lebih mudah setelah Disdukcapil Kabupaten Bandung Barat mengeluarkan kebijakan baru untuk mempermudah pembuatan dokumen kependudukan bagi masyarakat. Kemudahan ini berupa pembuatan beberapa dokumen kependudukan sekaligus, seperti Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak, hingga Kartu Tanda Penduduk Elektronik.

Dia mencontohkan, untuk warga yang baru lahir, bisa dikeluarkan Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak dan KK baru. Bagi warga pendatang, bisa dikeluarkan e-KTP dan KK dengan berbekal surat keterangan pindah dari daerah asal. "Intinya, hanya dengan berbekal KK, berbagai dokumen kependudukan lainnya bisa dikeluarkan sekaligus secara bersamaan," ujarnya.

Banyaknya permintaan KK dan akta lahir ini di antaranya dipengaruhi meningkatnya pengajuan isbat nikah ke Pengadilan Agama Ngamprah. Sejak November, PA Ngamprah menerima permintaan lebih dari 50 isbat nikah.

Humas PA Ngamprah Ahmad Hodri mengungkapkan, Sebagian besar yang mengajukan isbat nikah tersebut merupakan pasangan berusia di atas 40 tahun, tetapi ada juga pasangan muda. Mereka mengajukan perkara tersebut karena didorong berbagai kepentingan, di antaranya untuk keperluan ibadah haji, warisan, dan juga untuk mengurus dana pensiun.

"Dari situ, mereka baru menyadari pentingnya memiliki buku nikah yang juga menjadi syarat untuk membuat beberapa dokumen kependudukan, seperti KK dan akta lahir,” tuturnya.

Dia menjelaskan, isbat nikah adalah penetapan atas perkawinan seorang pria dengan wanita, sebagai suami istri yang sudah dilaksanakan, sesuai dengan ketentuan agama Islam. Pengadilan Agama hanya berperan mengesahkan secara administrasi dari akad yang telah dilakukan pihak pengantin. “Secara agama, pernikahan mereka sudah sah. Pengadilan Agama hanya mengesahkan secara administrasi agar pernikahan mereka diakui negara,” ujarnya.

Pihaknya terus menyosialisasikan isbat nikah kepada sejumlah pasangan yang belum memiliki buku nikah di Bandung Barat secara bertahap. Hal itu dilakukan langsung dengan turun ke lapangan dengan menggelar pertemuan bersama warga, bekerja sama dengan aparat pemerintah setempat.***

Bagikan: