Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Umumnya cerah, 27.3 ° C

Jokowi Paparkan Solusi Mengatasi Kemacetan Bandung di Aula Pikiran Rakyat

Abdul Muhaemin
PRESIDEN Joko Widodo membahas sejumlah persoalan saat berkunjung ke Kantor Redaksi Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu 10 Maret 2019.*/HARRY SURJANA/PR
PRESIDEN Joko Widodo membahas sejumlah persoalan saat berkunjung ke Kantor Redaksi Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu 10 Maret 2019.*/HARRY SURJANA/PR

BANDUNG, (PR).- Bandung yang kini menjadi salah satu kota dengan tingkat kemacetan tinggi membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum lama ini mengeluarkan wacana ingin memindahkan pusat pemerintahan.

Masalah kemacetan di Kota Bandung mendapatkan perhatian dari Presiden Joko Widodo. Untuk mengatasi hal itu, Jokowi mengharapkan Kota Bandung segera membangun MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit). Adanya MRT dan LRT, dia optimistis kemacetan di Kota Bandung bisa teratasi.

“Segera dibangun transportasi massal di Bandung seperti MRT atau LRT, di Bandung sangat memungkinkan sekali untuk dibangun LRT dan MRT. Saya kira gak mahal amat. Kalau dibangun, pemerintah memberikan subsidi kepada perusahan tersebut,” tutur Jokowi saat melakukan kunjungan ke Knator Redaksi Pikiran Rakyat di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu 10 Maret 2019 dalam kapasitasnya sebagai Presiden.

KEMACETAN di Pasteur, Sukajadi/DOK. PR

Dalam mewujudkan serta merealisasikan rencana itu, Jokowi mengatakan bahwa dia telah melakukan pembicaraan. Meski kesadaran serta keinginan masyarakat untuk beralih ke moda transportasi massal masih belum diprediksi, dia menilai, adanya LRT dan MRT bisa membuat masyarakat beralih.

“Saya sudah bicara dengan Gubernur (Ridwan Kamil). Saya kira bukan hanya Bandung, dengan transportasi massal, mudah-mudahan bisa mengurangi kemacetan dan akan menyusul kota-kota berikutnya,” katanya.

Jokowi memberikan ilustrasi bagiamana keberadaan LRT dan MRT di wilayah yang pernah dia pimpin yaitu Jakarta. Selama 30 tahun, LRT dan MRT tidak dibangun di Jakarta lantaran yang dibahas selalu tentang untung dan rugi.

KENDARAAN memadati Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 25 Desember 2018. Kota Bandung semakin kewalahan menyambut kunjungan wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Meski demikian, dia tidak menampik bahwa untuk membangun LRT dan MRT,dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Akan tetapi ketika pembangunan LRT dan MRT rampung dan sudah mulai beroperasi, masyarakat akan mulai merasakan manfaatnya. Misalnya, tidak terjebak macet, mengurangi biaya perjalanan, hingga merambah ke sektor ekonomi yang bisa kian berkembang.

“Saya juga ingin memeberikan ilustrasi, seperti di Jakarta. Hampir 30 tahun LRT MRT tidak dibangun padahal yang ingin membangunnya banyak. (Hal itu terjadi) karena yang dipikirkan untung dan rugi. kita harus menanggung kurang lebih 3 triliun. Kalau kerugian ini dipaparkan, ya jelas akan meragukan kita,” ujarnya.***

Bagikan: