Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

40.000 Vaksin Rabies Disebar di Jabar

Novianti Nurulliah
ILUSTRASI vaksin rabies.*/ANTARA
ILUSTRASI vaksin rabies.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pada tahun 2023  Jabar bebas rabies. Sejumlah upaya akan dilakukan pemerintah, di antaranya  vaksinasi serentak yang akan dilakukan April atau Mei 2019.  Sebanyak 40.000 dosis vaksin rabies akan disebar keseluruh Jabar tahun ini.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar Arif Hidayat mengatakan, pihaknya sebenarnya telah menargetkan Jabar bebas rabies pada 2018. Namun pada 2015 hingga 2017 berturut-turut terdapat kasus rabies positif sehingga target 2018 tidak tercapai. Sementara untuk target 2023 ini, pihaknya harus memastikan pada 2021 nanti kasus rabies di Jabar benar-benar nol sehingga 2023 bisa dinyatakan bebas rabies.

"Setelah 2021 ini nol, hingga 2023 ada surveillance memastikan Jabar benar-benar nol rabies setelah itu di-declare sama pemerintah pusat dengan sebuah SK (surat keputusan),"kata dia, Jumat 8 Maret 2019.

Pada 2018 lalu, kata dia, terdapat sekitar 250 kasus gigitan anjing yang tercatat di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar. Namun, perlu dibedakan antara kasus gigitan dan kasus positif rabies. Tidak semua kasus gigitan berakhir dengan positif rabies. Namun dengan ada gigitan tersebut mengindikasikan adanya potensi rabies pada anjing tersebut.

"Di antaranya ada yang sudah divaksin. Tapi sedikit (anjing) kok yang mati, tapi ya berapapun jumlahnya tetap fatal,"ucap Arif.

Saat ini pihaknya menyoroti beberapa daerah dengan tingkat kasus gigitan anjing yang cukup tinggi, yaitu di Cianjur, Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Sementara untuk kota dan kabupaten lainnya tetap diwaspadai.

"Kalau kasus di Kabupaten Bandung Barat kemarin bukan anjing rabies tapi anjing galak. Anjingnya dibius, periksa otaknya, hasilnya negatif,"ujar dia.

Sementara untuk Kota dan Kabupaten Sukabumi, kata dia, akan menjadi fokus mereka untuk menuntaskan kasus rabies di sana.

Vaksinasi di wilayah potensial

Sementara itu, pihaknya pada tahun ini akan menyalurkan 40.000 dosis vaksin rabies untuk disebarkan ke wilayah yang potensi rabiesnya tinggi. "Rencananya April atau Mei (vaksin disebar). Lalu penyisiran bulan September, sekalian memperingati world rabies day (28 September),"kata dia.

Vaksin tidak hanya diberikan kepada anjing saja, melainkan untuk kera, kucing, dan musang. Adapun jumlah 40.000 dosis tersebut meliputi 30.000 dosis dari APBN, dan 10.000 dari APBD provinsi. "Kemungkinan akan ada 10.000 tambahan vaksin  dari APBD kota/ kabupaten,"ucap dia.

Selain itu, pihaknya pun melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat sebagai bagian dari sosialisasi perhatian masyarakat terhadap hewan peliharaan mereka, depopulasi terbatas, dan pengawasan lalu lintas hewan pembawa rabies (HPR) seperti kera, kucing dan musang.***

Bagikan: