Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Langit umumnya cerah, 21.6 ° C

Taruna Tani Kembangkan Potensi Kopi Kabupaten Bandung

Tim Pikiran Rakyat
PESERTA unjuk kebolehannya dalam proses membuat kopi latte pada acara  Indonesian Coffee Master Road To London di Miko Mall di Jalan Terusan Kopo, Kota Bandung. Minggu, 10 Februari 2019.*/ADE MAMAD/PR
PESERTA unjuk kebolehannya dalam proses membuat kopi latte pada acara Indonesian Coffee Master Road To London di Miko Mall di Jalan Terusan Kopo, Kota Bandung. Minggu, 10 Februari 2019.*/ADE MAMAD/PR

TREN menjamurnya kedai kopi di Bandung diharapkan bukan hanya meningkatkan potensi para pemuda yang menjadi pelaku bisnis di bagian hilir. Para pemuda yang terlibat di hulu juga diharapkan bisa mengembangkan potensi bisnis dari pertanian kopi.

Ya, pertanian kopi memang sudah menarik minat para pemuda. Mereka merupakan bagian dari ratusan pemuda yang tergabung dalam Taruna Tani Kabupaten Bandung, yang sedang gencar dalam kegiatan pengembangan ekonomi supaya lebih mandiri.

Menurut Ketua Taruna Tani Kabupaten Bandung, Erlan Suparlan, saat ini, pengembangan ekonomi di kalangan pemuda taruna tani itu fokus pada pengembangan pertanian kopi. Perkebunan kopi itu tersebar di Kecamatan Cimenyan, Cilengkrang, Cileunyi, Nagreg, Cikancung, Paseh, Ibun, Rancabali, dan kecamatan lainnya. 

"Pengembangan kopi di Kabupaten Bandung, saat ini sedang masif. Banyak permintaan kopi dari luar negeri yang belum terpenuhi, karena kebutuhan kopi dalam negeri juga cukup banyak," ungkapnya, Selasa, 5 Maret 2019.

Merek sesuai nama kampung

PESERTA unjuk kebolehannya dalam proses membuat kopi latte pada acara  Indonesian Coffee Master Road To London di Miko Mall di Jalan Terusan Kopo, Kota Bandung. Minggu, 10 Februari 2019. */ADE MAMAD/PR

Seperti umumnya merek kopi yang menyebutkan asal-muasal daerah kopi tumbuh, itupun yang dilatih untuk para taruna tani yang memilih jalur pertanian kopi. Mereka dianjurkan memberikan nama sesuai nama kampung tempat kopi itu ditanam.

"Terkait dengan brand atau merek disesuaikan dengan nama kampung atau desa, untuk menunjang program Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menciptakan 1000 kampung," kata Erlan. 

Misalnya, ia menambahkan, ada nama kopi walahir, yang diambil dari nama Kampung Walahir di Desa Loa, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Kemudian, ada nama-nama kopi lainnya yang disesuaikan dengan nama daerah atau kampung. Di antaranya kopi kamojang yang dihasilkan dari pertanian di Kampung Kamojang, Kecamatan Ibun. 

Erlan mengatakan penilaiannya bahwa kopi yang dihasilkan para pemuda tani asal Kabupaten Bandung bisa bersaing dengan produksi kopi lain asal luar daerah. Bahkan, kopi asal Kabupaten Bandung juga menjadi salah satu kopi terbaik dunia saat mengikuti pameran kopi di Eropa.

Bukan hanya kopi, Taruna Tani Kabupaten Bandung juga mengembangkan usah di sektor lain. Misalnya, sektor perikanan berupa pepes ikan emas dan abon lele di Kecamatan Majalaya, serta sayur-mayur.

Taruna Tani juga mengembangkan pertanian padi di Desa Neglasari Kecamatan Majalaya. “Di desa tersebut, lahan pertanian padinya belum tercemar limbah industri, sehingga kualitasnya cukup bagus," katanya. (Engkos Kosasih/Galamedia)***

Bagikan: