Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Jawa Barat Gagas Pembangunan Lima Pusat Kebudayaan

Siska Nirmala
RIBUAN peserta dari berbagai kominutas menggunakan berbagai macam busana secara serentak memainkan alat musik angklung yang dihiasi bendera negara-negara di dunia dalam acara perayaan Angklung's Day (Poe Angklung) se-dunia 2018 di halaman komplek perkantoran Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Gedung Sate) jalan Diponegoro, kota Bandung. Minggu, 18 November 2018. Acara tahunan yang digelar tersebut bertujuan untuk menanamkan kecintaan akan seni angklung serta nilai filosofi dan budaya yang terkandung didalamnya.*/ADE MAMAD/PR
RIBUAN peserta dari berbagai kominutas menggunakan berbagai macam busana secara serentak memainkan alat musik angklung yang dihiasi bendera negara-negara di dunia dalam acara perayaan Angklung's Day (Poe Angklung) se-dunia 2018 di halaman komplek perkantoran Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Gedung Sate) jalan Diponegoro, kota Bandung. Minggu, 18 November 2018. Acara tahunan yang digelar tersebut bertujuan untuk menanamkan kecintaan akan seni angklung serta nilai filosofi dan budaya yang terkandung didalamnya.*/ADE MAMAD/PR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggagas pembangunan lima pusat kebudayaan sebagai upaya pelestarian, memajukan kebudayaan dan akan menjadi pusat interaksi publik untuk pemanfaatan seni dan pariwisata di wilayah ini selama tahun 2019.

"Pada 2019 ini, InsyaAllah akan ada lima pusat kebudayaan yang akan kami bangun," kata Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat Agus Hanafiah pada acara Japar Punya Informasi atau Japri, di Halaman Gedung Sate Bandung, Selasa, 5 Maret 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Agus mengatakan, kelima daerah yang akan menjadi lokasi pembangunan pusat kebudayaan adalah Karangkamulyan di Kabupaten Ciamis, Ranggawulung di Kabupaten Subang, Kampung Pulo di Kabupaten Garut, Rancakalong di Kabupaten Sumedang, dan Bandung.

"Jadi pusat kebudayaan ini juga upaya eksplorasi kami terkait potensi budaya Jabar yang terbagi ke dalam tiga zona utama, yakni Sunda Latar Parahyangan, Cirebon, dan Melayu Betawi," kata dia.

Ia menuturkan jumlah total kategori seni budaya yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Barat saat ini  mencapai 243 buah.

Menurut Agus, pembangunan pusat kebudayaan tersebut secara arsitektur akan dibangun dengan mempertimbangkan aspek-aspek kelokalan dari wilayah setempat dan akan melibatkan para seniman dan budayawan setempat.

"Untuk isi atau konsep masing-masing pusat kebudayaan, akan berbeda-beda sesuai kekayaan lokal daerah yang bersangkutan. Jadi akan melibatkan seniman dan budayawan, tokoh-tokoh di kabupaten/kota setempat," kata dia.***

Bagikan: