Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

Gedung Pusat Kesenian dan Budaya Jawa Barat Tak Jelas Kelanjutannya

Novianti Nurulliah
FESTIVAL Seni Budaya.*/ADE BAYU INDRA/PR
FESTIVAL Seni Budaya.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Gedung Pusat Kesenian dan Budaya Jawa Barat atau West Java Art and Cultural Centre (WJACC) ‎di kawasan Cikutra, Kota Bandung belum bisa dipastikan bagaimana kelanjutannya, meski sebelumnya ada wacana untuk memindahkan lokasi tersebut ke daerah lain. Di sisi lain, Pemprov Jabar pada tahun ini akan membangun lima pusat kebudayaan di Ciamis, Subang,  Sumedang, Garut, dan Kabupaten Bandung.

Untuk diketahui gedung kesenian tersebut merupakan salah satu program kepemimpinan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. Pemerintah saat itu sudah menempuh DED di lahan seluas 4 hektare. Sebesar Rp 600 miliar saat itu sudah dialokasikan.

"Kelihatannya ruhnya agak berbeda ya (antara gedung kesenian dan pusat kebudayaan-red), kalau yang ini kan dipusatkan untuk di kabupaten kota, bagaimana kita coba mengakomidir tentang potensi seni dan budaya di kabupaten kota," ujar Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar Agus Hanafi usai menggelar Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 5 Maret 2019.

Menurut Agus, gedung Kesenian yang dulu digagas Heryawan dan Deddy merupakan pusat budaya yang secara keseluruhan. "(Soal itu) Belum bisa memberikan jawaban secara pasti kalau yang itu, " ucapnya. 

Diakui dia, dari segi bangunan maupun kegiatan pasti memiliki karakteristik, karena mereka mengharapkan dari bangunan fisik itu mengakomodir atau mengadopsi juga tentang budaya-budaya atau arsitek-arsitek lokal sehingga masing-masing kabupaten kota akan berbeda-beda. Nantinya akan berbeda-beda sesuai dengan dalam konsep pusat budaya, termasuk pada arsitektur bangunannya. 

"Di tahun 2019 ini insyaallah akan ada lima yang dibangun, yang pertama di kabupaten Ciamis (Karangkamulyan), Subang (Ranggawulung), Garut (Kampung Pulo),  Sumedang (Rancakalong), Kabupaten Bandung mungkin kita akan coba lihat kembali, " ujar dia. 

Pihaknya menganggarkan Rp 5-7 milar untuk setiap pusat kebudayaan tersebut yang akan disalurkan secara bertahap begitu pula dengan pembangunan fisiknya. Pihaknya berharap Pemerintah Daerah setempat bisa berkontribusi bahkan APBN pun bisa berperan terlebih untuk pembangunan yang skalanya lebih besar. 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil berencana memindahkan lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan gedung kesenian Jabar yang semula di proyeksikan di daerah Cikutra Kota Bandung. Hal itu dikarenakan lokasi yang semula direncanakan dibangun gedung kesenian tersebut termasuk dalam wilayah yang padat lalu lintasnya. 

"Kita sedang mencari dua lokasi untuk (gedung kesenian) Jabar kan punya visi punya gedung pameran dan konvensi seperti Indonesia Expo di Tangsel, punya pusat budaya. Yang di Cikutra kita akan revisi soal lokasi karena masukannya di sana itu potensi macetnya luar biasa," ujar Ridwan, Selasa, 30 Oktober 2018 lalu. 

Meski demikian, dia menegaskan gagasan membangunnya tetap ada. Hanya saja, analisa lalu lintas yang sedang mereka kaji. "Kalau tak memungkinkan kita cari lokasi lain, tapi itu tetap akan dibangun sesuai rencana," ucap dia. 

Sebelumnya, Pemprov Jabar pada masa kepemimpinan Ahmad Heryawan tengah meneruskan rencana pembangunan gedung kesenian Jabar yang ditargetkan digelari Gedung Pusat Kesenian dan Budaya Jawa Barat atau West Java Art and Cultural Centre (WJACC) ‎di kawasan Cikutra, Kota Bandung. Pemprov telah mendapatkan desain gedung usai menyelenggarakan sayembara desain WJACC yang telah diumumkan pada Senin, 15 Juli 2017 silam.

Seperti diketahui gedung kesenian Jabar sempat tertunda, terlebih setelah arsitek Zaha Hadid tutup usia pada tahun 2016.***

Bagikan: