Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Umumnya berawan, 23.2 ° C

14 Tahun Rusak, Jalur Sarimukti-Kertamukti Akhirnya Diperbaiki

Cecep Wijaya Sari
KABID Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Ridwan.*/CECEP WIJAYA SARI/PR
KABID Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Ridwan.*/CECEP WIJAYA SARI/PR

NGAMPRAH, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mendapatkan Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 11 miliar untuk perbaikan jalan. Dibandingkan dengan tahun lalu, DAK yang diterima Dinas PUPR Bandung Barat kali ini menurun.

"Tahun lalu DAK sebesar Rp 16 miliar, tahun ini turun jadi Rp 11 miliar. Namun secara keseluruhan, anggaran perbaikan jalan tahun ini meningkat karena dialokasikan APBD sebesar Rp 160 miliar yang tahun lalu hanya Rp 80 miliar," ujar Kepala Bidang Jalan pada Dinas PUPR Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Ridwan, Selasa 5 Maret 2019.

Dia menuturkan, dari DAK Rp 11 miliar, sebanyak Rp 5,6 miliar dialokasikan untuk perbaikan Jalan Sarimukti-Kertamukti di Cipatat. Jalan kabupaten sepanjang 1,8 km dan lebar 3 meter tersebut sudah 14 tahun rusak dan baru akan diperbaiki kembali tahun ini.

"Sebenarnya perbaikan ruas jalan itu direncanakan tahun lalu. Tapi karena tidak masuk dalam kuota, akhirnya baru akan terealisasi tahun ini dengan anggaran DAK," katanya seraya menambahkan, sisa DAK digunakan untuk perbaikan Jalan Warungawi-Pasirhaur Bojongkoneng, Ngamprah.

Dia menyebutkan, tahun lalu pihaknya mengusulkan tujuh ruas jalan untuk diperbaiki dengan anggaran dari DAK pemerintah pusat. Namun, yang masuk kuota untuk program perbaikan hanyalah peringkat satu sampai tiga, sementara ruas Jalan Sarimukti-Kertamukti berada di peringkat empat. Peringkat satu sampai tiga adalah ruas jalan Simpang Tagog Apu-Salakuning, Cipatik-Nyalindung, dan Jambudipa- Citeureup.

Menurut Ridwan, perbaikan ruas Jalan Sarimukti-Kertamukti sengaja diusulkan melalui pos DAK. Ini disebabkan dana APBD kabupaten banyak terserap untuk berbagai program perbaikan dan peningkatan jalan, pemeliharaan, serta pembuatan drainase. 

"Kami ingin semua jalan rusak diperbaiki, tapi tetap harus memperhatikan postur anggaran yang ada. Makanya, ada skala prioritas dan alternatif pengajuan anggaran apakah ke provinsi atau pusat," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bandung Barat, Anugrah sebelumnya mengungkapkan, pihaknya mengajukan pinjaman sebesar Rp 300 miliar ke Kementerian Keuangan demi menuntaskan perbaikan jalan di tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan di seluruh wilayah Bandung Barat.

"Dari total ruas jalan sepanjang 518 km, sekitar 20% di antaranya masih dalam kondisi rusak. “Yang rusak ini akan kami perbaiki dan tuntaskan pada tahun ini, sehingga akhir tahun nanti harapannya semua jalan sudah mulus 100%,” ujar Anugrah. ***

Bagikan: