Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 19.5 ° C

Pendaftaran Lelang Terbuka 4 Jabatan Pratama Pemkab Bandung Dibuka

Handri Handriansyah
*Ilustrasi/Dok PR
*Ilustrasi/Dok PR

SOREANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung kembali melakukan lelang terbuka (open biding) untuk empat jabatan tinggi pratama. Kali ini, lelang dibuka untuk seleksi empat jabatan yaitu Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).

Plh Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung Erick Djuriara tak menampik jika open biding kali ini merupakan ekses dari open biding sebelumnya untuk jabatan Sekda Kabupaten Bandung. Terpilihnya Teddy Kusdiana sebagai Sekda, membuat posisi Kadishub mengalami kekosongan. 

Kekosongan juga terjadi pada jabatan BKPSDM saat Erick sendiri dipercaya untuk mengisi jabatan baru sebagai Asisten III Bidang Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung. Bersamaan dengan Erick, Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung Usman Sayogi pun ditunjuk menempati jabatan baru sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah, sehingga jabatan lamanyna mengalami kekosongan.

Kekosongan tiga jabatan tersebut kini memang sudah diatasi sementara dengan pelaksana harian (Plh), termasuk Erick yang sementara ini harus membagi waktu antara tugasnya sebagai Asisten III dengan Plh Kepala BKPSDM serta Usman yang harus berbagi waktu antara Kepala Bapenda dengan Kepala Satpol PP. Sedangkan untuk kekosongan Kadishub, tugas ganda dipercayakan kepada Asisten II bidang Ekonomi dan Kesejahteraan, Marlan.

Sementara itu satu jabatan lain yang dilelang yaitu kepala DP2KBP3A saat ini masih tak mengalami kekosongan seperti tiga jabatan lainnya. "Namun pejabat saat ini, Hendi Aryadi Purwanto akan memasuki masa pensiun pada 1 Agustus 2019 nanti," ujarnya Minggu, 3 Maret 2019.

Dengan dibukanya open biding, Erick optimistis tugas ganda yang diemban tiga pejabat Pemkab Bandung termasuk dirinya saat ini hanya akan berlangsung sampai Mei 2019. "Sesuai jadwal tahapan seleksi akan berakhir dengan pengumuman nama 3 Besar pada 10 April 2019 dan pelantikan tiga pejabat untuk instansi yang mengalami kekosongan bisa dilakukan pada 2 Mei 2019," ujarnya.

Sedangkan untuk jabatan Kepala DP2KBP3A, pelantikan rencananya akan dilakukan pada 2 Agustus 2019 atau setelah pejabat lama resmi memasuki masa pensiun. Dengan begitu tak akan ada masa kekosongan untuk jabatan tersebut nantinya.

Di sisi lain Erick menegaskan bahwa lelang terbuka untuk empat jabatan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bandung Nomor 800/Kep.235-BKPSDM/2019 tertanggal 26 Februari 2019. "Tahap pertama yaitu pengumuman dan penerimaan berkas pelamar dibuka sejak 27 Februari hingga 13 Maret 2019," katanya. 

Erick menambahkan, pendaftaran tersebut dibuka tak hanya untuk pelamar di internal Pegawai Negeri Sipil (PSN) Pemkab Bandung. Namun sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri PANRB Nomor 13 Tahun 2014, kesempatan juga terbuka bagi semua PNS Pemprov Jabar serta PNS Kota/Kabupaten se-Jabar.

Meskipun demikian, persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh para pelamar adalah pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang terkait dengan jabatan yang akan diduduki secara kumulatif paling kurang selama 5 (lima) tahun. Selain itu, pelamar juga diutamakan yang sedang atau pernah menduduki jabatan administrator eselon III-a atau jabatan fungsional jenjang ahli madya dan diutamakan memiliki pangkat golongan Pembina TK.I (IV/b) sekurang-kurangnya selama dua tahun.

Seluruh pelamar, kata Erick, akan nantinya akan melewati tahap seleksi administrasi pada 15-16 Maret 2019. Setelah itu mereka akan dihadapkan dengan seleksi kompetensi sehingga sejak awal harus memiliki syarat kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosial kultural sesuai standar kompetensi jabatan yang ditetapkan.

Selama memiliki kompetensi yang dipersyaratkan, Erick menilai semua pelamar termasuk dari luar Kabupaten Bandung, memiliki peluang yang sama untuk lolos. Soalnya panitia seleksi yang ditunjuk merupakan pihak netral dari luar lingkungan Pemkab Bandung.

"Pansel sengaja dipilih dari luar agar lebih objektif dalam melakukan penilaian terhadap semua pelamar tanpa pandang bulu. Pansel terdiri dari dua orang akadmisi dari Universitas Padjadjaran dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara tiga orang kalangan birokrasi dari pemerintah pusat dan pemprov Jabar," tutur Erick.

Sampai lima hari dibukanya pendaftaran secara daring, Erick mengakui belum ada pelamar yang mendaftarkan diri mereka. Namun seperti sebelumnya, ia optimistis bahwa pelamar akan membeludak di detik-detik akhir seperti open biding sebelumnya.

"Biasanya pelamar memang masih mempersiapkan diri dalam pemenuhan persyaratannya terlebih dulu dan cenderung menunggu sampai batas akhir pendaftaran. Fenomena ini tidak pernah berarti open biding sepi peminat atau antusiasme PNS dari luar untuk menjadi pejabat di Kabupaten Bandung minim," kata Erick.

Di kalangan internal sendiri, Erick yakin bahwa pelamar akan sangat banyak. Soalnya saat ini ada sekitar 84 pejabat Eselon III-a di lingkungan Pemkab Bandung yang menunggu untuk mendapat kesempatan promosi.***

Bagikan: