Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Tidak Ada Tempat Khusus, Kendaraan Online Parkir Sembarangan

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI ojek online/DOK. PR
ILUSTRASI ojek online/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Ketua Koperasi Himpunan Transportasi Online Bersama (KHTOB) Jawa Barat, Michael Pratama Jaya meminta Wali Kota Bandung, Oded M Danial untuk mencarikan solusi terkait dengan keberadaan lahan parkir bagi para pengemudi transportasi online. Hal itu dilakukan agar para pengemudi transportasi online ini tidak "mangkal" sembarangan.

Salah satu yang perlu dipikirkan oleh Oded adalah mengenai perda tentang parkir yang terbilang sudah usang. Pasalnya dalam perda nomor 11 tahun 2005 itu tidak tercantum mengenai aturan parkir kendaraan online. 

"Sudah diatur juga perda 11 2005 tentang parkir di pinggir jalan. Hanya memang perlu pembaharuan karena belum ada aturan soal parkir transportasi online. Seharusnya Wali Kota mengundang kami untuk mengkaji bersama dimana saja lokasi yang cocok untuk parkir," ujarnya saat on air di PRFM, Kamis 28 Februari 2019.

Michael tak menampik selama ini masih ada beberapa pengemudi transportasi online yang mangkal/parkir sembarangan sehingga menyebabkan kepadatan lalu lintas. Keadaan itu pun dilatarbelakangi oleh semakin bertambahnya masyarakat yang menjadi pengemudi transportasi online. 

"Sekarang itu jumlah kuota belum dibatasi khususnya roda empat dan dua jadi banyak yang beredar. Intinya yang harus dipikirkan sekarang, Oded harus memikirkan dimana drop point, sehingga kami juga tahu dimana harus menunggu penumpang," tuturnya.  

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial ingin para pengemudi ojek online tidak mangkal sembarangan. Dia mengatakan, sering kali dia melihat banyak pangkalan ojol, baik itu motor atau mobil, ketika melewati jalanan-jalanan di Kota Bandung.

Oded memaparkan, tempat berkumpulnya ojek online memang masih belum jelas karena mereka adalah pekerja yang mobile atau bergerak ke mana-mana.(Asep Yusuf Anshori)***

Bagikan: