Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Berawan, 22 ° C

Pergerakan Tanah dan Longsor Bermunculan, Bupati KBB Akan Datangkan Ahli Geologi

Hendro Susilo Husodo
Ilustrasi/DOK PR
Ilustrasi/DOK PR

NGAMPRAH, (PR).- Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna berencana menghadirkan tim geologi untuk memeriksa kondisi tanah di wilayah selatan. Pasalnya, bencana pergerakan tanah maupun longsor terus bermunculan di Kabupaten Bandung Barat, terutama di wilayah selatan.

Dalam beberapa hari terakhir ini, sejumlah bencana pergerakan tanah hingga longsor terjadi di beberapa kecamatan di wilayah selatan KBB, seperti di Cililin, Sindangkerta, Gununghalu, maupun Rongga. 

Selain di Desa Puncaksari (Sindangkerta), pergerakan tanah dan longsor juga terjadi di Pasirpogor (Sindangkerta), Sukamanah dan Cibedug (Rongga), Bunijaya (Gununghalu), dan Rancapanggung (Cililin). 

Akibat dari bencana tersebut, banyak rumah warga yang mengalami kerusakan. Di Rancapanggung, misalnya, seorang warga harus merugi ratusan juta rupiah karena bangunan bertingkat miliknya rusak berat oleh pergerakan tanah.

"Bangunan yang rusak itu baru satu tahun dibangun, sekarang sudah tidak bisa dipakai lagi karena membahayakan. Kalau kerugian, waduh, jangan ditanya lagi. Ratusan juta rupiah pasti ada," kata Riyad (33), warga Kampung Babakan Jati, RT 1 RW 4, Desa Rancapanggung, Jumat 1 Maret 2019.

Menurut dia, pergerakan tanah terjadi secara bertahap sejak Sabtu 23 Februari 2019. Bangunan bertingkat untuk tempat istirahat dan mushala miliknya yang dibangun pada lahan seluas sekitar 500 meter persegi, saat ini praktis tak bisa digunakan lagi karena membahayakan.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah KBB Rudy Wibiksana menyebutkan, di Kampung Babakan Jati terdapat sedikitnya tujuh rumah yang mengalami kerusakan. Ketujuh rumah tersebut dihuni oleh tujuh keluarga, yang terdiri atas 27 jiwa. 

Menyikapi sejumlah kejadian pergerakan tanah dan longsor tersebut, Bupati KBB Aa Umbara Sutisna mengakui bahwa potensi bencana memang lebih banyak di wilayah selatan. Oleh karena itu, dia berencana menghadirkan tim geologi untuk melakukan penelitian tanah di wilayah selatan. 

"Kemarin juga saya sudah melihat bencana pergerakan tanah. Jangankan rumah warga, di Kantor Kecamatan Sindangkerta juga kan jadi tidak stabil karena ada pergerakan tanah. Tim Geologi akan kami coba undang, bagaimana sih kontur tanah di wilayah selatan," kata Aa Umbara Sutisna.

Menurut Aa Umbara Sutisna, kehadiran tim geologi diperlukan untuk mengurangi dampak risiko bencana, yang disebabkan oleh ketidaktahuan warga dalam mendirikan bangunan. "Yang ditakutkan itu nanti kalau penduduknya lebih banyak. Ini kan bukan pergerakan tanah saja, tapi bisa mengakibatkan longsor juga," ujarnya.***

Bagikan: