Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sebagian berawan, 22.7 ° C

Pemkot Berharap Bandara Husein Sastranegara Tetap Layani Penerbangan Komersial

Muhammad Fikry Mauludy
BANDARA Husein Sastranegara.*/DOK. PR
BANDARA Husein Sastranegara.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kota Bandung ingin Bandara Husein Sastranegara dipertahankan sebagai layanan penerbangan komersial. Rencana pengalihan penerbangan komersial menuju Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, dinilai akan merugikan Kota Bandung sebagai kota wisata.

“Tentunya Pemerintah Kota Bandung berharap Bandara Husein Sastranegara tetap digunakan untuk penerbangan komersial. Jadi kita bisa tetap menjadi bandara suplemen, bandara penunjang untuk destinasi-destinasi di Jawa Barat. Jadi tidak semua harus ke Kertajati,” ujar Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, di Bandung, Kamis 21 Februari 2019.

Pernyataan itu menanggapi adanya rencana pemerintah pusat untuk mengalihkan penerbangan komersial secara penuh atau sebagian, dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati. Pengalihan penerbangan komersial itu disebut-sebut akan mengubah fungsi Bandara Husein Sastranegara untuk kebutuhan industri penerbangan atau fokus menjadi pangkalan militer.

Yana Mulyana mengatakan, Kota Bandung masih membutuhkan Bandara Husein Sastranegara sebagai gerbang masuk wisatawan. Selama ini, layanan penerbangan komersial telah memudahkan wisatawan domestik maupun pelancong terutama dari Malaysia dan Singapura untuk mencapai Kota Bandung.

Ke depan, Kota Bandung masih berusaha meningkatkan kunjungan wisatawan dan sangat bergantung dari gerbang masuk melalui Bandara Husein Sastranegara. “(Jika dialihkan ke Bandara Kertajati) Kemungkinan besar (menurunkan kunjungan wisatawan) iya, khususnya Kota Bandung, menurunkan okupansi dan kunjungan wisata,” katanya.

Meskipun pemerintah pusat mendorong pembangunan Tol Cisumdawu sebagai pemangkas jarak menuju Bandara Kertajati, pengalihan penerbangan komersial disinyalir akan berpengaruh pada pembangunan Kota Bandung. Selain wisatawan, Bandara Husein Sastranegara juga menjadi layanan utama transportasi udara warga Kota Bandung.

Jarak bandara yang berada di pusat kota memudahkan warga yang ingin memanfaatkan layanan penerbangan komersial. Apalagi dengan tarif yang mulai cenderung terjangkau, penerbangan komersial sudah menjadi kebutuhan mobilitas warga Bandung menuju berbagai destinasi.

“Selain wisatawan, Bandara Husein Sastranegara juga memudahkan warga Kota Bandung melakukan aktifitas penerbangan ke berbagai destinasi. Ya harapan kita tetap ada Bandara Husein Sastranegara, karena demi kemudahan aktifitas transportasi warga Kota Bandung juga ya, meski ada rencana Cisumdawu,” ujarnya.

Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, keberadaan Bandara Husein Sastranegara sebagai pendukung infrastruktur transportasi Kota Bandung dinilai cukup penting. Oleh karena itu, kata Yana, Pemerintah Kota Bandung tetap punya kepentingan untuk tetap mempertahankan Bandara Husein Sastranegara sebagai terminal penerbangan komersial yang dioperasionalkan oleh PT Angkasa Pura II.

“Kami sih berharap bersama Angkasa Pura, mudah-mudahan kita bisa komunikasi, dan Angkasa Pura tetap bisa mengoperasikan Bandara Husein Sastranegara,” tutur Yana Mulyana.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari menambahkan, keberadaan Bandara Husein Sastranegara sangat berpengaruh pada masa depan pariwisata Kota Bandung. Setiap tahun, tidak kurang dari dua juta wisatawan yang memanfaatkan penerbangan komersial untuk mencapai Kota Bandung.

“Memang lumayan menjadi gerbang wisatawan. Toh yang namanya amenitas yang paling lengkap di Kota Bandung, hotel, restorannya, tempat hiburannya yang paling lengkap di Kota Bandung. Di Jawa Barat, yang paling lengkap Bandung. Apalagi Bandung itu disebutnya hub kota dan kabupaten di Jawa Barat,” ujarnya.***

Bagikan: